4 Sopir Grab Terancam 12 Tahun Penjara Buat Pesanan Fiktif

250

Metropolisindonesia.com,Palembang — Mungkin apa yang dialami oleh Empat orang sopir taksi online Grab ini bisa menjadi pelajaran bagi para sopir Grab lainnya. Dimana keempat sopir tersebut terpaksa harus menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Palembang Senin (14/5) karena membuat pesanan fiktif.

Keempat terdakwa yakni Fredy Komala (47) warga jalan Merawan Kelurahan 20 Ilir DI Kecamatan Ilir Timur I, Jhonatan (38) warga jalan Padat Karya Perum Griya Srimulya Kelurahan Srimulya Kecamatan Sematang Borang, Welly Gunawan (33) jalan Sukabangun II Perum Taman sejahtera Kecamatan Sukarame, dan Ricardo (29) Perum Talang Jambe Permai Kelurahan Talang Jambe.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ursula Dewi SH dalam dakwaannya menuntut keempat terdakwa dengan pasal 30 (1) jo Pasal 46 (2) UU No 11/2008 Tentang transaksi Elektronik diubah menjadi UU No.19/2016 Jo Pasal 55 (1) KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 12 Tahun.

Dihadapan Majelis Hakim yang diketuai Hakim Efrata Tarigan SH, JPU mengatakan jika pada 10 Februari 2018, para terdakwa menggunakan transaksi elektronik menggunakan nama pelanggan dan akun fiktif dengan tujuan untuk mendapat bonus yang besar.

Akibat dari perbuatan para terdakwa ini, perusahan Taxi Grab berbasis online mengalami kerugian puluhan juta rupiah. Sebab bonus yang dikeluarkan perusahaan taxi online Grab mulai dari Rp.50 ribu sampai Rp.16 juta.

Para terdakwa yang didampingi Pengacara Ahmad Rizal SH meminta kepada JPU agar para saksi yang telah diagenda dapat dihadirkan. “Kami meminta pada sidang pekan depan saksi-saksi agar dihadirkan olehJPU,” ujar Rizal kepada majelis hakim.

Sementara itu ketua majelis Efrata Tarigan mengatakan karena jaksa belum dapat menghadirkan saksi-saksi maka sidang kita tunda hingga senin pekan depan,” ujar ketua majelis.(MI08/didi)

Editor : Malvin Mamora Baraf

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here