Infrastruktur metropolitan memiliki keterkaitan yang erat dengan pertumbuhan penduduk dan mobilitas di sebuah kota. Seiring dengan pertumbuhan penduduk yang pesat, infrastruktur yang ada harus mampu menyesuaikan diri untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat.
Menurut Dr. Handayani, seorang pakar transportasi dari Universitas Indonesia, “Infrastruktur metropolitan yang baik dapat menjadi pendorong pertumbuhan penduduk yang sehat dan mobilitas yang lancar. Sebaliknya, jika infrastruktur tidak memadai, dapat menghambat pertumbuhan kota dan meningkatkan kemacetan serta polusi udara.”
Pertumbuhan penduduk yang tinggi di sebuah kota akan meningkatkan permintaan akan fasilitas transportasi dan infrastruktur lainnya. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dr. Susanto, seorang ahli demografi, diketahui bahwa keterkaitan antara pertumbuhan penduduk dan infrastruktur metropolitan sangatlah penting untuk menjamin keseimbangan dalam mobilitas masyarakat.
Mobilitas masyarakat juga sangat dipengaruhi oleh ketersediaan infrastruktur yang memadai. Menurut data dari Badan Pusat Statistik, peningkatan jumlah kendaraan bermotor di sebuah kota akan berdampak pada mobilitas penduduk jika tidak diimbangi dengan pembangunan jalan dan transportasi umum yang memadai.
Dalam sebuah wawancara dengan Walikota Jakarta, beliau menyatakan bahwa “Keterkaitan antara infrastruktur metropolitan, pertumbuhan penduduk, dan mobilitas harus dikelola secara holistik. Hal ini penting agar kota dapat terus berkembang secara berkelanjutan dan mampu memberikan kualitas hidup yang baik bagi seluruh penduduknya.”
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa keterkaitan infrastruktur metropolitan dengan pertumbuhan penduduk dan mobilitas merupakan hal yang sangat penting dalam pembangunan sebuah kota. Diperlukan kerjasama antara pemerintah, ahli, dan masyarakat untuk menciptakan infrastruktur yang berkualitas dan mampu mendukung pertumbuhan kota yang berkelanjutan.