MetropolisIndonesia.com,Palembang -Sosialisasi yang bertajuk ” Payo Naik LRT, Life Style Baru Wong Kito” yang digelar Rabu (1/8) di Ballroom Hotel Aryaduta Palembang, membludak dihadiri ribuan peserta dari berbagai kalangan. Moment ini tak disia-siakan Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi untuk mengajak masyarakat Palembang segera menjadikan LRT Palembang sebagai gaya hidup masa kini.

Hal itu diungkapkannya saat menjadi pembicara pembuka dalam acara sosialisasi. Selain Menhub, Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Pengamat Perkotaan Yayat Supriatna dan perwakilan Kapolda Sumsel juga ditunjuk menjadi pembicara yang dimoderatori Guru Besar FE UI Prof Rhenhald Kasali.

Menteri Perhubungan Republik Indonesia Budi Karya Sumadi, mensosialisasikan moda angkutan baru “Pertama” di Indonesia Light Rail Transit (LRT) Bagi Masyarakat Palembang Provinsi Sumatera Selatan. Budi Karya mengatakan warga Palembang harus menjadikan pengunaan moda transportasi massal kereta layang ringan dalam kota atau “Light Rail Transit–LRT” sebagai gaya hidup seperti halnya yang terjadi di ibu kota negara Jakarta.

“Kota Palembang saat ini memang belum semacet Jakarta, tapi kota ini bergerak menjadi kota metropolitan, seperti halnya warga Jakarta yang sudah akrab dengan transportasi massal, sepatutnya Palembang juga begitu,” kata Budi Karya.

Budi mengatakan seperti halnya telepon pintar (gadget) yang mampu mengubah kultur sosial, LRT juga diharapkan mengubah gaya hidup masyarakat di Kota Palembang. LRT yang memiliki sejumlah fasilitas seperti pendingin ruangan, CCTV, wifi dan toilet akan mengajak warga Palembang akrab dengan fasilitas modern.

“Selain itu, LRT menuntut pengunanya untuk tepat waktu dan mau antre atau suatu yang positif untuk gaya hidup ‘Wong Kito’. Tinggal lagi tantangan ada di masyarakatnya, bisa tidak,” kata Budi.

LRT Sumsel mulai dibangun sejak akhir tahun 2015 untuk mengejar target selesai sebelum Asian Games XVIII pada Agustus 2018.

LRT Sumsel ini sudah resmi beroperasi untuk penumpang sejak sepekan terakhir, meski sementara ini khusus diproyeksikan untuk kalangan PNS, TNI dan Polri.

Menhub Budi Karya Sumadi juga tak ketinggalan menjajal langsung transportasi massal ini, Rabu pagi, dengan didamping sejumlah Direktur Jenderal di Kemenhub.

Menurut Budi, LRT ini sudah siap digunakan masyarakat umum karena sudah memenuhi persyaratan baik standar kontruksi maupun standar keselamatan.

LRT Sumsel ini pastinya akan digunakan atlet dan ofisial Asian Games XVIII, 18 Agustus – 2 September 2018. LRT terdiri dari 13 stasiun dari Bandara SMB II ke Jakabaring Sport City.

Budi berbicara pada acara sosialisasi “Payo Naek LRT, Life Style Baru Wong Kito” yang dihadiri sekitar 3.000 orang mahasiswa di Hotel Aryaduta Palembang. Hadir pula sebagian pembicara Gubernur Sumsel Alex Noerdin dan pengamat transportasi Universitas Trisakti, Jakarta, Yayat Supriatna.

Sementara itu Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin Mengatakan Kebanggaanya Kota Palembang Provinsi Sumatera Selatan Menjadi Kota Pertama Di Indonesia  Yang memiliki Light Rail Transit (LRT),Bahkan Kota Pertama Di Dunia LRT Yang Melintasi Sungai.

Harga Ongkos LRT Juga Cukup Terjangkau untuk Masyarakat hanya Rp.5.000,- Sekali Naik untuk Sampai Ke Stasiun Rp.10.000,-. Diharapkan agar kiranya dapat mendongkrak minat masyarakat Sumsel untuk menggunakan moda angkutan masal ramah lingkungan yang disiapkan Pemerintah.

Presiden Joko Widodo dalam kunjungannya ke Palembang beberapa waktu untuk mencoba LRT mengatakan perubahan kultur positif itu sangat diharapkan terjadi di masyarakat.

“Hanya saja tidak bisa langsung, karena negara di Eropa saja butuh waktu setidaknya 10 tahun untuk bisa terjadi perubahan,” kata Presiden Jokowi.(MI02/Nia)

Editor : Malvin Mamora Baraf

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here