METROPOLISINDONESIA.COM, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan Operasi Tangkap Tangan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Rabu (24/10) petang.

Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadi Sastra, dan enam orang lainnya diamankan dan dibawa ke kantor KPK di Jakarta karena diduga terlibat praktik suap terkait jual beli jabatan.

Sunjaya Purwadi Sastra ditangkap oleh petugas KPK di Pendopo Bupati Kabupaten Cirebon.

Pihak lainnya yang diamankan adalah Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Cirebon, staf Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Pemkab Cirebon dan ajudan bupati.

“Benar, hari ini ada giat di Cirebon. Ada kepala daerah yang ikut diamankan. Dugaan jual beli jabatan dan ada setoran dari pengusaha,” kata Ketua KPK, Agus Rahardjo, Jakarta, Rabu (24/10/2018).

Agus belum bisa memberikan informasi lebih rinci terkait perkara yang menimpa kepala daerah tersebut. ‎KPK sendiri memiliki waktu ‎1X24 jam untuk menentukan status hukum para oknum yang diamankan.

“Masih diperlukan pendalaman. Besok Kamis (hari ini) akan dijelaskan dalam konfrensi pers di KPK,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, mengatakan dalam OTT Cirebon tersebut, KPK mengamankan barang bukti berupa uang dan bukti transfer uang dengan total mencapai miliaran rupiah.

Namun, kepastian jumlah barang bukti uang tersebut masih dalam penghitungan petugas.

“Diamankan 7 orang . Barang bukti berupa transfer dan uang,” jelas Basaria.

Dengan penangkapan ini, maka Sunjaya Purwadi Sastra menjadi kepala daerah ke-35 yang terjaring OTT oleh pihak KPK karena dugaan melakukan praktik korupsi.

Sunjaya Purwadi Sastra, kelahiran Beberan, Palimanan, Cirebon, 1 Juni 1965 (53 tahun) adalah Bupati Cirebon periode 2014 – 2019.

Bersama wakilnya H Tasiya Soemadi berhasil memenangkan Pilkada Kabupaten Cirebon 2013 yang berlangsung dalam dua putaran.

Mereka diusung oleh satu partai yaitu PDIP dengan jargon “JAGO-JADI”. Keduanya dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Cirebon pada 19 Maret 2014.

Pada Pilkada Kabupaten Cirebon tahun 2008, Sunjaya sempat maju menjadi calon Bupati Cirebon dari jalur Independen, namun gagal.

Sunjaya Purwadi Sastra juga tercatat sebagai seorang purnawirawan TNI AU.

Dalam sidang gugatan perselisihan hasil Pilkada Kabupaten Cirebon 2013 di Mahkamah Konstitusi (MK) pada 21 Januari 2014, Sunjaya mengakui dirinya pernah dipidana penjara oleh Mahkamah Militer pada tahun 2008.

Hal itu dikarenakan dia memalsukan surat izin dari kesatuannya untuk mencalonkan dirinya sebagai calon bupati.

Namun, Sunjaya beralasan tidak mengetahui bahwa ancaman hukuman dari perbuatannya adalah enam tahun sesuai dengan KUHP Nomor 263 Ayat (2).

”Saya mengetahui ancaman enam tahun setelah Mahkamah Militer memutuskan,” kata Sunjaya saat itu.

Dari laman LHKPN KPK, Rabu (24/10) malam, Sunjaya Purwadi Sastra kali terakhir melaporkan harta kekayaannya pada 24 Juli 2015 lalu atau setahun setelah terpilih menjadi Bupati Cirebon. Dia tercatat punya total harta kekayaan senilai Rp 17,6 miliar.

Dalam laporan harta kekayaannya, Sunjaya tercatat punya 70 bidang tanah dan bangunan, yang tersebar dari Jakarta, Bogor, Bekasi hingga Cirebon. Seluruh tanah dan bangunan tersebut senilai Rp 12.066.012.350.

Sunjaya juga melaporakan harta bergerak berupa 3 unit mobil yaitu Toyota Corolla, Toyota Avanza, dan Toyota Kijang Innova, dengan total nilai Rp 500 juta.

Dia juga punya harta bergerak lainnya seperti logam dan mulia senilai total Rp 450 juta. Selain itu, Sunjaya juga tercatat punya giro dan setara kas Rp 4.653.837.020.

Total harta kekayaan Sunjaya Purwadi Sastra sebesar Rp 17.669.849.370.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan saat Sunjaya melaporkan LHKPN untuk persyaratan bakal calon Bupati Cirebon tertanggal 8 Juli 2012 dengan total Rp 17.448.612.419. (Tim Red) Editor : MMB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here