Bandung,Mertopolisindonesia.com – Transparansi dana pendidikan sudah di amanatkan oleh UU Sisdiknas No 20 Tahun 2003. Tentang Pendidikan Nasional, bagian ke tiga pasal 48, tentang pengelolaan dana pendidikan berdasarkan prinsip keadilan,efisiensi,transparansi dan akuntabilitas publik. Serta ditambah dengan UU.No 14 Tahun 2008  tentang Keterbukaan Informasi Publik. Namun sangat di sayangkan implementasi dua undang-undang tersebut masih sangat sulit di terapkan di Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIKOMDIK) Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat
Untuk melaksanakan kegiatan jasa akomodasi dalam Perpres No 70 Tahun 2012 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah memang tidak ada larangan bagi setiap SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) untuk melaksanakan kegiatan tersebut langsung berhubungan dengan pihak hotel, tanpa menggunakan jasa pihak ketiga, bahkan hal tersebut dapat memperkecil pengeluaran keuangan pemerintah , namun dalam mekanisme pengalokasian anggaran jasa akomodasi tersebut biasanya ada kelebihan dana anggaran kegiatan atau Cast Back atau bisa juga di sebut keuntungan hasil pengelolaan kegiatan yang jadi pertanyaan apakah kelebihan dana kegiatan jasa akomodasi yang di berikan oleh pihak hotel di kembalikan ke kas negara
Hal tersebut yang menjadi bahan klarifikasi Media metropolisindonesia.com kepada para pengelola anggaran di Balai Tikomdik namun sangat di sayangkan pihak pengelola anggaran khususnya kepala Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIKOMDIK) Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat Endang Susilastuti sulit untuk di temui. Media metropolisindonesia.com hanya mau mengklarifikasi tidak ada maksud lain dan kalau memang semua kegiatan akomodasi yang di laksanakan Balai Tikomdik tidak menerima dana aliran dari cashback hotel kenapa harus risih!.
Seharusnya kinerja Balai Tikomdik Disdik Jabar harus sesuai dengan Moto yang di tulis pada Website http://disdik.jabarprov.go.id/ Kehadiran TIK dapat memberikan manfaat terhadap pengelolaan berbagai aktivitas ipoleksosbudhankam (ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan) menjadi lebih luas, fleksibel, transparan, efektif, efisien, akuntabel, mudah dan cepat di akses.(Arman Catur) Editor/Posting : Malvin Mamora Baraf

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here