MetropolisIndonesia.com,Baturaja – Upaya Menindak lanjuti kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi terutama BBM jenis solar dan premium di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Satuan Reskrim Polres OKU melalui Unit Pidana Khusus (pidsus) melakukan razia ke setiap SPBU di wilayah Bumi Sebimbing Sekundang.

Hasil dari razia ini, polisi berhasil mengamankan dua tersangka beserta saksi berikut barang bukti berupa empat unit mobil minibus yang di dalamnya didapati jeriken, drum, dan tanki minyak yang sudah dimodifikasi.

Bahkan dari salah satu mobil, aparat kepolisian menemukan tanki modifikasi yang berisi penuh BBM subsidi jenis solar sebanyak 900 liter.

“Berdasarkan instruksi Kapolda Sumsel dan Kapolres, Sat Reskrim melakukan razia ke sejumlah SPBU. Hasilnya kita berhasil mengungkap dan mengamankan dua orang tersangka perdagangan BBM illegal,” kata Kapolres OKU AKBP Dra NK Widayana Sulandari didampingi Kasat Reskrim AKP Alex Andrian serta Kanit Pidsus Iptu Dwi Sapriadi dalam jumpa persnya, Rabu (26/9/2018).

Kedua pelaku adalah Badri (sopir mobil), warga Kecamatan Lubuk Batang dan seorang kernetnya Guntoro warga yang sama.

Keduanya diamankan Sat Reskrim Polres OKU pada Senin (24/9) saat sedang melakukan pengisian BBM subsidi jenis solar secara ilegal menggunakan satu unit mobil minibus di salah satu SPBU di kawasan Kelurahan Batu Kuning.

“Di dalam mobil tersangka kita dapati ada tanki yang sudah dimodifikasi berikut BBM jenis solar sebanyak 900 liter,” tuturnya.

Selain dua orang tersangka, menurut Kapolres, polisi mengamankan tiga unit mobil lainnya beserta sopir yang saat ini diperiksa sebagai saksi.Di dalam tiga mobil tersebut lanjut Kapolres, hanya didapati drum yang dimodifikasi dan jeriken tapi tidak ada isi BBM-nya.

“Ada unsur kesengajaan yang dilakukan oleh para pelaku untuk melakukan kecurangan pengangkutan BBM,” kata Kapolres.

Menurut Kapolres, para tersangka telah berkali-kali melakukan aksi ‘ngecor’ BBM di setiap SPBU.

“Kita akan dalami dahulu, nanti kita akan tahu BBM ini disalurkan ke mana dan siapa saja yang terlibat nanti kita akan kita dalami dahulu,” imbuhnya.

Namun dari penyilidikan sementara ini disebutkan Kapolres, diduga ada keterlibatan orang SPBU.

Menurutnya, pihak SPBU sudah tahu bahwa tidak diperbolehkan mengisi BBM menggunakan drum dan jeriken namun harus mengisi sesuai kapasitas kendaraan. “Itu sudah jelas kalau tidak ada gak mungkin mereka bisa ngecor,” katanya.

Disinggung apakah pihak SPBU akan dipanggil, Kapolres mengatakan, hal tersebut jelas pihak SPBU akan dipanggil kenapa hal seperti ini bisa terjadi.

“Yang jelas ini akan kita kembangkan mereka lempar ke mana barang ini apa ke eceran atau mungkin ke perusahaan. Siapa-siapa saja bisa terlibat dalam kasus ini,” tukasnya.

Saat ini kedua tersangka berikut barang bukti sedang diamankan di Mapolres OKU guna penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut.

“Para tersangka melanggar UU nomor 22 tahun 2001 tentang pengangkutan dan niaga BBM pasal 55 dengan ancaman hukuman 6 tahun,” tandasnya. (Ian)

Editor/Posting : MMB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here