Forum Garda Sriwijaya Indonesia Selenggarakan Diskusi Agraria,Dituntaskan Secara Persuasif

49

METROPOLISINDONESIA.COM,PALEMBANG – Konflik wadas menjadi catatan presidum buruknya penyelesaian konflik agraria di Indonesia. Galaknya pemeritahan presiden Joko Widodo mengagungkan reformasi agraria tanah untuk rakyat. Menanggulangi konflik yang memicu keributan dikalangan masyarakat, di sumatera selatan garda Sriwijaya Indonesia mempertemukan duduk bersama masyarakat dan kepolisian serta stakeholder agar konflik agraria dituntaskan secara persuasif.

Sekitar seratus masyarakat dari lima kabupaten di Sumatera Selatan yang wilahnya mengalami konflik agraria di duduk bersamakan pihak kepolisian, badan pertanahan nasional dan dinas lingkungan hidup dan agria provinsi sumatera selatan, di amaris hotel Palembang.Kamis 24/2/2022.

Ketua Umum Garda Sriwijaya, Dedy Irawan menyampaikan, Gerakan yang digagas Garda Sriwijaya Indonesia ini merupakan langkah dalam menanggulangi konflik yang memicu keributan dikalangan masyarakat, sehingga persoalan konflik agraria perlu dicermati dan diselesaikan secara persuasif tanpa adanya kekerasan dan intimidasi.

“Ide pemikiran ini merupakan upaya konkret yang dilakukan dalam upaya menyelesaikan konflik agrarian masyarakat di Sumatera Selatan agar dapat diselesai dengan kepala dingin dan menemukan solusi Bersama. Focus Group Discussion ini kami mengundang berbagai elemen, mulai dari masyarakat berkonflik, Kepolisiaan, BPN dan Pemerintah daerah yang kami dudukan Bersama menyelesaikan konflik agraria secara persuasif,” ucapnya.

“Nantinya juga kami akan membawa resume ini ke Kementrian ATR-BPN untuk disampain dan sudah diagendakan bertemu dengan wakil Menteri. Kami memohon dukungan masyarakat agar upaya menyelesaiakan konflik agraria sesuai dengan cita-cita Presiden Joko Widodo,” paparnya

Sementar itu, Kasubdit Harda Polda Sumatera Selatan, Kompol Agus Khairudin menyampaikan, pihaknya mendukung penuh agenda kerja Garda Sriwijaya dalam upaya turut membantu menyelesaikan konflik agrarian masyarakat.

“Kami mendukung penuh apa yang dilakukan Garda Sriwijaya Indonesia dalam melakukan upaya penyelesaian konfilik agrarian masyarkat. Pada hakikatnya kami melakasanakan tugas sebagaimana mestinya dan akan menindaklajuti apabila adanya laporan yang masuk ke kami,” terang Agus.

Masyarakat yang mengikuti penyelesaian konflik agraria secara persuasif ini berasal lima kabupaten yang terlibat dalam antara lain masyarakat dari Kabupaten Banyuasin, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Oku Timur dan masyarakat dari Kabupaten Musi Rawas Utara.

Diakhir kegiatan seluruh peserta diskusi mendeklarasikan diri agar penyesalan konflik agraria dapat di tuntaskan dengan persuasif tanpa harus melakukan tindakan kekerasan.(VIN) EDITOR/POSTING : MALVIN MAMORA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here