Gelar Perkara Kasus Dugaan Kecurangan Pileg 2019,Kredibilitas Bawaslu dan Gakkumdu OKI di Pertaruhkan

213

METROPOLISINDONESIA.COM,KAYUAGUNG – Rencana Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) OKI yang terdiri dari Bawaslu, Kepolisian, dan Kejaksaan OKI untuk menggelar hasil penyidikan perkara pada Selasa (18/6/2019) terhadap kasus dugaan kecurangan Pemilu Legislatif 2019 di Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ilir (Kejari OKI) sebagaimana dari Laporan yang telah dilimpahkan Bawaslu OKI, Ikhsan Hamidi ke Penyidik Polres OKI pada Hari Rabu tanggal 22 Mei 2019 sebagaimana dengan tanda bukti lapor (TBL) Nomor: TBL/681/V/2019/Sumsel/Res.OKI sepertinya tidak terlaksana di Kejari OKI bahkan hasil gelar perkara dari pihak penyidikan di Polres OKI terkesan tertutup.

Informasi yang berhasil dihimpun media ini, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) OKI Ari Bintang Prakoso Sejati SH MH.Li melalui Kasubsi Eksekusi dan Eksiminasi Pidum Kejari OKI, Imran SH yang juga selaku anggota di Sentra Gakkumdu OKI saat dikonfirmasi wartawan di Kantor Kejari OKI (18/6/2019) mengatakan, kalau prosesnya masih di penyidikan tidak bisa minta statement dari mereka apalagi atas nama Kasi Pidum selaku Penuntut Umum. ‘’Yang berhak melakukan statement itu adalah pihak penyidik Tanyalah di Penyidik (Penyidik Polres OKI) gimana hasil perkembangan perkara, apakah lanjut, ditutup atau sebagainya, tanyakan di penyidik. Pastinya mereka akan memberikan statement-statement berdasarkan hasil rapat-rapat di Gakkumdu,” ujarnya.

Lanjutnya, sebenarnya masalah pemilu ini lebih tepatnya minta di Sentra Gakkumdu, siapa Humasnya. ‘’Di situlah dirampung segala macam kajian hukum karena ini bukan atas nama instansi tapi Sentra Gakkumdu. Mulai dari pemeriksaan awal, penyidikan dan penuntutan. Hari ini (Selasa, 18/6/2019) batas waktu penyidikan pukul 00.00 WIB Penyidikan harus sudah selesai dan sudah ada ditetapkan tersangka dan dilimpahkan ke Kejaksaan dan kejaksaan punya waktu 5 hari untuk melakukan penelitian berkas perkara, apakah berkas perkara ini di P21 atau tidak, berkas belum ada hingga sore ini,” ungkapnya kemarin.

Mengenai tersangka, kalau alat bukti memenuhi, cukup meskipun hanya satu orang tersangka tetap jalan, kenapa tidak.

‘’Kalau alat bukti tidak terbukti atau tidak memenuhi, mengapa kita memaksakan, sama dengan bunuh diri, bisa di praperadilkan orang kita. Yang jelas, ketujuh terlapor (KPPS TPS 01 Desa Sukaraja Kec. Pedamaran) yang melibatkan Oknum kades tersebut, dalam pemeriksaan di Sentra Gakkumdu OKI, jelas mengakui, makanya kita naikkan ke tingkat penyidikan,” jelasnya.

Mengenai gelar perkara yang rencananya akan digelar Gakkumdu di Kejari OKI, karena ini masih rananya penyidik Polres OKI, gelar perkaranya tetap di Polres OKI. ‘’Kita tunggu saja hasilnya,’’ tandasnya.

Sementara itu Kapolres OKI melalui Kaur Humas Polres OKI, Ipda M.Nizar SH saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp terkait hasil gelar perkara terhadap kasus dugaan Kecurangan Pileg 2019 di Desa Sukaraja Kec.Pedamaran OKI.

Dia mengatakan “Maaf saya TDK tahu hasil gelar perkara soalnya gelarnya dimana dan saya TDK diundang.”

Sebagaimana diketahui dari pelimpahan laporan pihak Bawaslu ke Polres OKI, Rabu (22/5/2019) lalu hingga kini pihak penyidik atau pun Polres OKI belum memberikan secara akurat hasil dari penyidikan dari perkara atau kasus dugaan kecurangan Pemilu Pileg 2019 di Desa Sukaraja Kec.Pedamaran OKI, bahkan terkesan tertutup.

Kasus dugaan kecurangan pemilu legislatif 2019 Desa Sukaraja dengan pelapor Abdul Hamid dengan nomor laporan 03/LP/PL/KAB/06.12/IV 2019 dengan terlapor KPPS TPS 01 Desa Sukaraja; Mamduh KPPS TPS 05 Desa Sukaraja; Latif PPS Desa Sukaraja dan Dr Muhammad Tito Narudin, dari hasil penelitian dan pemeriksaan di Bawaslu dan sentra Gakkumdu OKI terhadap laporan/temuan yang masuk dan hasil kajian pengawas pemilu, statusnya ditindaklanjuti untuk terlapor terkait, berdasarkan pleno dan pembahasan ke Bawaslu Kab.OKI bahwa: KPPS TPS 01 Desa Sukaraja diduga memenuhi unsur pelanggaran tindak pidan pemiludan adanya ketrlibatan oknum kades sukaraja.

Sementara itu Kajari OKI Ari Bintang Prakoso Sejati SH,MH Saat dibincangi para wartawan beberapa waktu lalu mengenai kasus dugaan kecurangan pileg 2019 di desa sukaraja,Kajari menegaskan”Hasil pemeriksaan di Gakkumdu OKI,murni kecurangan pemilu,jadi tidak ada toleransi bagi kecurangan pemilu,kasus tetap lanjut,”tegasnya.

Kepada awak media Kajari OKI meminta agar kasus dugaan kecurangan Pemilu Legislatif di Desa Sukaraja Kecamatan Pedamaran OKI agar terus dikawal,Tolong dikawal,usai lebaran kasusunya sudah naik ke kita (Kejari OKI,red),” seraya mengucapkan terimah kasih  atas kepercayaan awak media maupun masyarakat OKI kepada Kejari OKI,”ujarnya.(MIO33/TIM) Editor/Posting : MMA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here