MetropolisIndonesia.com,Palembang – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru akhirnya secara terbuka minta maaf kepada wartawan di Sumatera Selatan. Permintaan maaf itu disampaikan karena sikap arogansi pengawalnya terhadap wartawan.

Permintaan maaf disampaikan Herman Deru di hadapan puluhan wartawan baik dari media cetak, online dan elektronik.

“Ini sangat-sangat saya sesalkan. Di sini saya sampaikan permintaan maaf,” kata Herman Deru di halaman Kantor Gubernur Sumsel, Selasa (13/11/2018).

Diakui Herman Deru, insiden ini terjadi tepat 40 hari saat dirinya baru menjabat sebagai gubernur. Dia mengaku sudah melakukan evaluasi terhadap tim yang melakukan pengamanan saat dirinya kunjungan.

saya tentu minta maaf dan tentu minta untuk protap pengamanan di-evaluasi. Saya tidak mau dibatasi dengan rakyat, apalagi sama adik-adik wartawan,” katanya.

“Secara pribadi sebagai orang tua saya minta maaf atas ketidaknyamanan itu, baik kepada organisasi wartawan. Mereka ini berjalan di atas tugas, tapi tetap tak boleh juga berada dalam ancaman-ancaman begitu,” kata mantan Bupati OKU Timur ini.

Gubernur (Herman Deru) duduk bersila bersama wartawan. Gubernur sudah meminta maaf dan menganggap wartawan sebagai saudara, bahkan keluarga,” ungkap H. Ocktap Riady.

Ketua PWI Sumsel dua periode itu mengatakan, telah tercapai kesepakatan dan saling memaafkan antara birokrat dan wartawan. “Wartawan minta (Gubernur Herman Deru) benahi protap pengamanan (saat proses peliputan). Wartawan juga diminta membenahi diri terhadap atribut pers,” ungkapnya

Kasus itu bermula usai acara UMKM di Palembang Trade Center (PTC), Sabtu (10/11). Usai acara, beberapa wartawan mencoba mewawancarai Herman Deru. Namun, pengawal menghalang-halangi wartawan yang mencoba mewawancari Herman Deru.

Akibatnya terjadi dorong-dorongan dan cekcok. Kejadian itu dilerai oleh Staf Khusus Bidang Media Gubernur. Atas kejadian itu.(MI01) Editor : MMB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here