MetropolisIndonesia.com,Palembang – Terik panas yang membakar di pelataran Monumen Perjuagan Rakyat (MONPERA)  MENJADI saksi yang bersejarah ,Herman Deru mengucapkan pidato perdananya setelah resmi di lantik 1 Oktober 2018 di Istana negara kemarin.
Mengenakan kemeja batik Herman Deru membuka pidatonya dengan kata” Keterbukaan”.
langkah pertama setelah di lantik HD mengajak untuk memulai semua pekerjaan dengan keterbuka.
        Mengapa HD menggelar pidato perdananya di MONPERA ini ada sebuah alasannya, mengapa….? Hal ini mengingatkan kita pada para pejuang yang telah mendahului kita.
Monumen ini di bangun untuk mengingatkankan perjuangan pada jaman dahulu di Sumatera Selatan,untuk mengajak kita semua agar tetap menghargai para tokoh yang telah berjasa.
      Berlatar belakang dari MONPERA yang merupakan monumen perjuangan “kami akan memulai tugas ini dengan keterbukaan dan memulainya dengan apa adanya”. Jangan pernah selalu mengatakan yang tebaik tapi tidak ada kemampuan di baliknya,maka kita bersama pada hari pertama memimpin sumsel “kami adalah manusia biasa yangg butuh dukungan dan doa.”
 Jika sudah sepakat dengan keterbukaan maka sumsel akan lebih maju daripada yang sudah kita rasakan selama ini.
Kita pelihara apa yang yang disajikan oleh pendahulu kita.
Jgn mencaci tapi berusaha kedepan lebih baik. Bersama membangun sumsel tanpa tedeng aling-aling. Modal keterbukaan akan mengawali kemajuan sumsel. Asal tidak mengedepankan kepentingan pribadi dan golongan.
Apa yang harus diperbuat selama memegang amanat, di hadapan menara masjid yang begitu megah,  kami mengajak untuk tidak pernah lupa akan agama apapun profesi kita. Agama mengajak berbuat yang terbaik,saya mengajak untuk menghentikan perdebatan dan perbedaan di masyarakat jangan sampai terpecah. Tetap istikomah guna menjadikan sumsel maju bersama masyarakat ,demikian Herman Deru menutup pidato perdananya.(Yanti Mahameru) editor : Malvin Mamora Baraf

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here