Innalillahi Wainnailahi Roji’un,Bupati OKU Meninggal Dunia

205

METROPOLISINDONESIA.COM,OKU – Innalillahi wainnailahi roji’un, telah meninggal dunia Bupati Ogan Komering ulu (OKU) H Kuryana Azis, Senin pagi (8/3/2021) di RS RK Charitas Palembang.

“Iya benar (Kuryana Aziz) meninggal,” kata Kabag Protokol Pemkab OKU, Febri saat dikonfirmasi media, Senin (8/3/2021).

Hal senada disampaikan Kabag Humas Pemprov Sumatera Selatan, Septiriandi Permana. Kabar duka datang dari Bupati OKU yang meninggal pagi ini.

Kuryana Azis adalah Bupati OKU Sumsel yang baru dilantik oleh Gubernur Herman Deru untuk periode kedua 11 hari yang lalu

Saat pelantikan, Kuryana Azis tidak hadir karena sedang dirawat akibat terpapar Covid-19 sehingga ia harus menjalani isolasi mandiri.

Saat pelantikan, Wakil Bupati OKU Johan Anuar  (pasangan Kuryana Azis), menghadiri seorang diri tanpa didampingi oleh Bupati OKU terpilih Kuryana Aziz.

Dalam tayangan streaming Youtube Diskominfo Sumsel, terlihat Kuryana Aziz hanya hadir secara virtual.

“Bupati OKU tak hadir karena sedang dalam isolasi mandiri, silahkan kepada Bapak Kuryana untuk kembali beristirahat kembali (setelah dilantik),” kata Deru usai melantik enam Bupati dan Wakil Bupati terpilih di Griya Agung Palembang, Jumat (26/2/2021).

Profil Kuryana Azis

Bupati OKU Kuryana Azis kembali maju menjadi calon Bupati di Pilkada OKU 2020 berpasangan dengan Johan Anuar melawan kolom kosong atau paslon ini menjadi calon tunggal.

Kuryana Azis lahir di Desa Tanjung Kemala, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumsel, 10 April 1951. Ia merupakan putera pasangan Azis dan dan Zainu.

Kuryana menyelesaikan S1 di Universitas Brawijaya Malang Jawa Timur pada tahun 1987. Setamat kuliah, ia langsung berkarier di PNS.

Kuryana pernah menjabat Kasubag Protokol Pemda TK II OKU dan camat Peninjauan (1992-1995).

Selain itu, beberapa jabatan pernah dipegangnya, seperti Kepala Dinas Perhubungan Pemkot Prabumulih (2002–2005), Asisten Pemerintahan Kota Prabumulih (2005), Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kota Prabumulih (2005–2008), Kadin Pendapatan Daerah Prabumulih (2008), Asisten Pemerintahan dan Kesra Prabumulih 2008–2010).

Saat Pilkada Serentak 2020, ayah tiga anak (Rika Aprilisna SI MSi, Zwesty Karene SE dan Suswan Deri SP MSi) tidak memasang target perolehan suara. Menurut Kuryana, rakyat dipersilakan menggunakan haknya untuk memilih pemimpin yang terbaik bagi masyarakat.

Demokrasi yang makna sejatinya adalah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat merupakan pengejawantahan hak-hak rakyat untuk memilih pemimpin yang berasal dari kalangan mereka sehingga diharapkan pemimpin dapat mengerti dengan kehendak rakyatnya.(NIA) EDITOR/POSTING : MALVIN MA 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here