# Pengawasan Minim,  Bertahun-tahun Dinas Mengaku Tidak Tahu
Indralaya,MetropolisIndonesia.com – Satu unit alat berat jenis jonder yang biasa digunakan untuk meratakan tumbuhan liar di tanah untuk bercocok tanam di Kecamatan Inderalaya Utara Kabupaten Ogan Ilir (OI) milik Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, diduga disewakan oleh oknum operator jonder yang tidak bertanggung jawab.  Bahkan harga sewa pakai jonder dikenakan biaya tinggi kepada warga dari Rp.800 ribu – Rp.1,2juta per hektar. Mirisnya karena kurang pengawasan, pihak dinas mengaku tidak tahu soal pungli tersebut. Wargapun menuding oknum operator tersebut “tak main” sendiri
Salah satu petani cabai Atay kemarin  yang mengaku sejak sebulan lalu sudah menggunakan fasilitas jonder untuk meratakan tanahnya seluas 1/2 ha untuk dijadikan lahan bercocok tanam cabai. Ia membayar Rp.800ribu kepada oknum operator Bambang untuk biaya sewa jonder,  tanpa kwitansi uang tersebut dibayarnya usai jonder meratakan tanahnya. Untuk 1/2 ha lahan jonder dibutuhkan waktu 1jam meratakan tanah.
“ya kami tidak tahu kalau itu punya dinas dan harus bayar Rp. 800 ribu untuk 1/2 ha, tetangga saya malah bayar Rp 1,2 – 1,5juta per ha tergantung jarak dan negonya.  Pokoknya kami sewa gak tahu lagi uangnya kemana?, sebenarnya mahal sih sewanya  kita keberatan karena kerja sopir dan sewa jonder cuma 1-3jam bayaran mahal. Seluruh perkebunan disini dari Desa Tanjung Pering sampai Permata Baru,  Mandala sewa jondernya sama dia.  Setiap hari diperkirakan 2 lahan bisa dibuka,  kalau biayanya segitu kan lumayan,”jelas warga Permata Baru tersebut kemarin.
Menurutnya jika tidak menggunakan jonder warga kesusahan membuka lahan,  karena banyak kayu yang mau dirobohkan, rumput yang harus ditebas, kalau tenaga manusia jadi susah.
“kalau ini pungli berarti menyusahkan rakyat.  Sebenarnya kami mau bayar asal sesuai jangan kemahalan, mungkin untuk biaya sopir sama solar jonder tidak apa.  Dan kami minta kwitansi tapi tidak diberikan,  namanya rakyat kecil tidak mengerti apa-apa ya bayar saja. Ini harus diusut tuntas,  jangan menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi, “ujarnya
Sementara Usi warga Desa Tanjung Pering mengaku hanya membayar Rp.1 juta untuk sewa jonder yang dikomandoi Bambang.  “saya cuma bayar Rp.1 juta,  alhamdulillah murah bisa ditawar.  Tidak tahu uangnya setor negara atau tidak? Harusnya dinas lebih mengawasilah,  jangan sampai tidak tahu kerja bawahan dilapangan. Jangan jangan malah ada main dengan atasannya, mungkin saja ada setoran ke atasan. Ah terserahlah yang penting saya bisa bertanam jagung, “ucapnya sambil berlalu
Saat disambangi lokasi parkir jonder berwarna merah di Desa Tanjung Pering Kecamatan Inderalaya Utara, pengurusnya Imam mengatakan tidak mengetahui berapa harga sewa jasa menggunakan jonder.  “saya tidak tahu, coba tanya ke Bambang saja saat ini dia sedang pergi,  soalnya saya hanya bagian memperbaiki kalau rusak,”kata Imam
Kabag Tanaman Pangan Abi Bakri mengatakan tidak ada uang sewa untuk peminjaman jonder,  dan jonder tersebut beroperasi di Desa Lorok, ada biaya bantuan untuk membeli solar 2 kaleng atau 40 liter,  oli dan biaya sopir jonder sehingga total biaya hanya Rp.600 – 700ribu.
 “alat jonder itu tidak ada biaya operasional, pernah rusak sekali biayanya Rp.15 juta tidak ada yang bertanggung jawab. Untuk bantuan jonder di Desa Lorok sepakat biayanya Rp.700 ribu per lahan,  nah kalau di luar itu mungkin warga sudah sepakat. Yang jelas saya tidak tahu,  kalau memang oknum itu menyalahi maka jonder akan ditarik, “ujar Abi tanpa memberikan sanksi kepada oknum tersebut
Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan OI H Hasnandar mengatakan belum mengetahui hal tersebut dan akan mengecek ke lapangan.
Reporter : Yasandi
Editor      : Malvin Mamora Baraf

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here