Kades Padang Rejo Akhirnya Divonis Terkait Kasus SPP

311

MetropolisIndonesia.com,Banyuasin – Suherni (47) yang menjabat Kades Padang Rejo Kecamatan Banyuasin I Kabupaten Banyuasin periode 2008 hingga 2014, akhirnya divonis hari ini (21/05/2018) di Pengadilan Negeri Tipikor Palembang yang sebelumnya didakwa dan dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) R Andra Kurniawan SH MH dan Tim karena melakukan Tindak Pidana Korupsi pada masa jabatannya atas dana pinjaman yang digulirkan melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MP) berupa pengembalian Simpan Pinjam Perempuan (SPP) dari 27 Kelompok SPP di Desanya. Kerugian Negara akibat perbuatannya mencapai Rp.491.040.000,-

Dalam penuntutannya JPU membuktikan dakwaan primeirnya sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 ayat (1) tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dan menuntut Suherni selama 5 tahun penjara. Karena kerugian negara belum juga dikembalikan, maka JPU meminta kepada Majelis Hakim yang memeriksa perkara tersebut untuk menyita seluruh harta kekayaannya hingga senilai Kerugian yang ditimbulkan akibat perbuatan korupsinya selambat-lamabatnya 1 bulan sejak dijatuhkannya hukuman tetap pada diri Suherni, dan apabila juga belum mencukupi maka masa kurungan ditambah 2 bulan lamanya.

Selain kewajiban mengembalikan kerugian Negara, Suherni juga didenda karena telah melakukan perbuatan pidana korupsi sebesar 200 juta rupiah, dan bila denda ini juga tak dibayarkan, maka akan diganti dengan lama penjara 4 bulan.

Dengan divonisnya Suherni oleh Majelis Hakim Kamaluddin, SH, MH sebagai ketua, dengan bunyi amar putusan menjatuhkan hukuman kepada Suherni selama 4 tahun karena telah terbukti seperti dalam dakwaan primeir JPU melanggar Pasal 2 ayat (1), menyita harta benda yang dimiliki Suherni untuk membayar/ mengganti kerugian negara, dan apabila tidak mencukupi, maka ditambahkan hukumannya selama 1 bulan. Suherni juga didenda 200 juta rupiah dan bila tak dapat dibayar akan diganti dengan hukuman selama 4 bulan penjara. Pembuktian perkara yang digelar oleh Kejari Kab. Banyuasin yang perkaranya diperiksa di PN Tipikor Palembang berhasil menjerat satu lagi pelaku korupsi di Kabupaten Banyuasin.(dut/MI33)

Editor : Malvin Mamora Baraf

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here