Kadisdik Jabar Terdiam,disinyalir Kuat Anak Buah Banyak Bermain

242

METROPOLISINDONESIA.COM,BANDUNG – Pengadaan Selver komputer untuk 127 SMA Negeri yang tersebar di lingkungan Jawa Barat pengelola kegiatan ,terkesan lari dari tanggung jawab, bahkan Dewi Sartika selaku Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat pun Tidak merespon konfirmasi Via wa sepertinya Beliau Merasa terpukul melihat informasi seperti ini,sehingga dilema untuk berkomentar karena kejadian nya sebelum jaman beliau.

Lain hal Yesa Sarwedi selaku Kepala Bidang PSMU, “Kalau Mau Diperkarakan,Perkarakan Aja,Kalau Mau Duit Temui Dede Rudi, Wartawan Metropolis Indonesia.com. mendengar ucapan dari Kabid PSMU disdik Jabar seperti itu,Sontak bengong saat mendengar jawaban Yesa Sarwedi sebagai Kepala Bidang,saat ditanya tentang masalah pengadaan komputer tahun 2018 Metropolis Indonesia.com
diselah rehat rapim rutin di Disdik Jabar.Pengadaan server komputer untuk SMA dan SMK mendapat sorotan dari berbagai kalangan LSM dan media baik cetak maupun elektronik Dari hasil investigasi,serta data yg berhasil dihimpun sekelompok LSM dan wartawan dari beberapa media,mengindikasikan adanya pelanggaran,dan informasi ini mulai berkembang bahkan sudah mulai tercium oleh penyidik.

Betapa tidak,Dari mulai tahun produksi komputer diproduksi tahun 2015 dipandang tidak sesuai, pada saat komputer tersebut di distribusikan ke sekolah-sekolah garansinya tinggal satu bulan masalah tersebut sudah mendapat teguran keras dari Ridwan Kamil Gubernur Provinsi Jawa Barat untuk diganti ,entah bagaimana ceritanya komputer tersebut tetap saja di distribusikan ke SMA dan SMK , dan bahkan menurut sumber layak di percaya PT.AXI selaku Penyedia Barang merupakan kroni orang dalam yang masih rekan kukutan, dan ada yg lebih parah lagi kegiatan proyek ini jadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan ( BPK ).

Berdasarkan informasi serta data yang dihimpun dari berbagai sumber yang layak dipercaya, surat pesanan nomor, 428/SP/Server/Disdik PSMU/III/2018,tertanggal 28 Maret 2018 ,dgn Surat Perjanjian Kontrak Nomor,428/Kontrak /Server Disdik/PSMU/III/2018 senilai Rp.2.253.488,00.jangka waktu selama 60 hari kelender.
Berdasarkan Peraturan Presiden no 54 tahun 2010.Pekerjaan dinyatakan 100% Telah diserah terimakan barang Nomor.02/BA/STHP/Server Disdik/PSMU/V/2018 tanggal 25 Mei 2018 pekerjaan telah dibayar 100%.Berdasarkan SP2D no.938/4560/LS/KEU.tanggal 11 Juni 2018 senilai Rp.2.253.488,00.
Bedasarkan pengadaan barang ( BC ) merek Lenovo Thing Ceuser M 739 V/00 IInter Core 15 – 4690 Win 8 – I Pro 16 GB ITB HDD,dan garansi pabrik 1 tahun,
sehingga pada saat didistribusikan ke 127 SMA Negeri yg tersebar di beberapa kabupaten di Provinsi Jawa Barat garansinya tinggal satu bulan.

Hal tersebut menimbulkan pertanyaan besar ,Diduga keras pihak PPK dan PPATK ada main dalam pengadaan Komputer tersebut karena tidak menolak barang yang tidak sesuai dengan kontrak ,hal tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Presiden No.4 tahun 2015 tentang perubahan dengan Peraturan Presiden No.4 tahun 2015.

Perubahan ke 4 atas Peraturan Presiden No.54 tahun 2010 tentang pengadaan barang/jasa pemerintah.tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah,pasal 2 ayat 1 butir E menyatakan bahwa PPK memiliki tugas pokok dan kewenangan untuk mengendalikan pelaksanaan kontrak.
Pasal 18 ayat 5 panitia pejabat penerima hasil pekerjaan sebagai mana yg di maksud ayat 1 mempunyai tugas pokok pemeriksaan hasil pekerjaan pengadaan barang dan jasa sesuai dengan ketentuan yg tertuang dalam kontrak,menerima hasil pekerjaan barang/jasa.

Sementara itu Ketua LSM Barisan Rakyat Anti Korupsi Indonesia (BARAK INDONESIA) Malvin Mamora Mengatakan agar kiranya aparat penegak hukum dapat menindak lanjuti permasalahan pengadaan komputer di Diknas Provinsi Jawa Barat yang diduga keras terindikasi korupsi,sudah sangat jelas para pengusaha,PPK,PPATK harus ,Bertanggung jawab dalam kegiatan pengadaan komputer ini.(Arman/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here