Kasat Res MURA di Propamkan

312

METROPOLISINDONESIA.COM,MURA  РSyahrul Jauzi Kepala Desa Biaro Baru Kecamatan Karang Dapo Kabupaten Musi Rawas Utara, rabu siang 11/09 didampingi Advokat Urip Burlian&Rekan mendatangi Yanduan Propam Polda Sumsel guna melaporkan dugaan kesewenang-wenangan yang dilakukan Kasat Reskrim Polres Musi Rawas AKP. Wahyu Setyo Pranoto, SH.,S.IK. terhadap Syahrul Jauzi.

Laporan Pengaduan diterima oleh Brigadir Ardiansyah dengan momor : STLP/77/IX.2.5/YAN/2019/YANDUAN.
Dalam jumpa Pers di Propam Polda Sumsel, Syahrul Jauzi didampingi Advokat H. Urip Burlian,SH&Rekan menyampaikan” rekan rekan media bahwa saya tadi sudah menyampaikan Laporan Pengaduan di yanduan Propam, Alhamdulillah sudah diterima dan sudah dilakukan pemeriksaan, saya ini korban di kriminalisasi, di dzolimi, kapasitas saya hanya menerima titipan/simpanan uang, kok malah saya yang dijadikan tersangka, apa salah saya? Saya tidak terima, saya ini kepala desa tentunya nama baik dan kehormatan saya menjadi tercemar, sedangkan uang 46 juta yang dititipkan kepada saya sudah saya serahkan ke penyidik polres mura, saya berharap dukungan doa dan support dari rekan rekan semua dan pengacara saya agar membantu saya dalam mencari kebenaran dan keadilan, kita buktikan, Allah tidak tidur, buat warga saya harus bersabar dan tolong doa nya agar tuduhan yang menimpa saya ini agar segera berakhir dengan baik sesuai rencana Tuhan. Terang Kades Biaro Baru ini.

Advokat Haji Urip Burlian didampingi rekan dari kantor Hukum UB menambahkan” Memang benar kami barusan telah mendampingi klien untuk melapor di bagian Yanduan Propam Polda Sumsel, sudah diterima dengan Nomor LP : LP/77/IX/YAN/.2.6/2019/Yanduan 11 september, atas dugaan kuat terjadinya pelanggaran terhadap beberapa pasal dalam kode etik disiplin polri berdasarkan Perkap Nom 14 Tahun 2011. Kami minta kepada Kapolda Sumsel dan Kabid Propam Polda Sumsel agar memproses dan menindaklanjuti Laporan Pengaduan Klien kami ini”tegas nya.

Sekedar mengingatkan, perkara yg menimpa Kades Biaro Biru ini berawal dari ” SJ semenjak dilantik jadi kades, membentuk TIM Desa, berjuang +- 1 tahun 2 bulan untuk mempertanyakan Hak Warga/punya Tanah atas Pembagian kebun Plasma sawit kepada salah satu perusahaan yang berada di wilayah Desa nya,

Dengan kerja keras dan perjuangan panjang, tanpa meminta biaya dengan anggota koperasi, lantas terbitlah SK Penerima Plasma dari Bupati Muratara, atas dasar itu Tim mempertanyakan kepada Perusahaan, alhasil perusahaan untuk sementara memberikan dana talangan untuk warga, berdasarkan rapat dan notulen tertulis, disepakati peserta plasma membantu sumbangan 100 ribu per hektare untuk syukuran atas keberhasilan jerih payah tim,dikarekan tim ada niat/nazar yang harus dipenuhi, terkumpul uang 46 juta rupiah.

Uang tersebut diminta oknum KUD untuk diserahkan ke Tim melalui SJ, lantas SJ langsung memberikan ke M. Fadli selaku Tim Desa yg akan melaksanakan syukuran, krn syukuran blum akan dilaksanakan mengingat setelah terjadinya akad kredit, lantas uang tersebut disimpan atau dititipkan M. Padli ke Syahrul Jauzi (SJ) dengan alasan Takut terpakai, bermodal Laporan pengaduan saudara Husen yang melaporkan ketua KUD An. Rodi, sehingga SJ ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penggelapan, sementara Rodi sebagai saksi.

Sementara warga belum pernah sekalipun mempertanyakan uang tersebut kpd SJ apalagi M. Fadli, dimana penggelapan nya? Sementara saat di minta penyidik, uang 46 juta diserahkan SJ ke Penyidik.(TM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here