Kasus Pembunuhan Korbannya dicor di Kandang Kawat di Sidangkan

82

METROPOLISINDONESIA.COM,PALEMBANG – Hari Kamis tanggal 13 Februari 2020 bertempat di ruang Pengadilan Negeri Klas IA Khusus Palembang terdakwa kasus pembunuhan korbannya di cor disidangkan, dengan terdakwa Mgs. Yudi Thama Redianto Bin M. Nutdin Jauhari yang berusia 41 tahun dan Ilyas Kurniawan alias Yas Bin Junaidi yang berusia 26 tahun terdakwa kasus pembunuhan terhadap Apriyanita SH ( Almh ) yang berusia 50 tahun yang mayatnya ditemukan di cor di TPU Kandang Kawat Lemabang Palembang dengan tuntutan masing-masing terdakwa terpisah dan 2 orang lain buron diantaranya yaitu Amir dan Ichnaton Novari alias Nopi.

Menjalani persidangan dengan Adi Prasetyo SH., MH sebagai Ketua Majelis Hakim tuntutan di bacakan oleh Jaksa Penuntut Umum Murni SH.,MM di karenakan kasus ini tuntutannya diatas satu tahun maka Majelis Hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk mendapatkan pendampingan dari pengacara, yang akhirnya terdakwa meminta pendampingan dari pengacara Posbakum PN Palembang diantaranya yaitu Sutikno SH., Abdurahman Ralibi SH, Dwi Wijayanti SH dan Suratno SH., MH.
Jaksa Penuntut Umum Murni SH., MM membacakan dakwaannya bahwa perbuatan pembunuhan terhadap Apriyanita SH ( Almh ) bermula dari masalah hutang piutang bisnis mobil yang dilakukan oleh terdakwa Yudi yang tidak lain adalah rekan kerja korban.

Bahwa pada sekitar bulan Agustus 2019 terdakwa Yudi mengajak korban Apriyanita SH( Almh ) untuk berbisnis jual beli mobil hasil lelang sebesar Rp. 145.000.000,- ( Seratus Empat Lima juta rupiah ) karena antara terdakwa dan korban sudah saling kenal bahkan satu kantor, lalu ajakan tersebut di setujui oleh korban Apriyanita SH ( Almh ) kemudian korban langsung menstranfer uang tersebut melalui rekening atas nama terdakwa dan uang tersebut telah di terima oleh terdakwa.
Bahwa seiring waktu pada tanggal 8 Oktober 2019 sekira jam 15.00 WIB terdakwa bertemu dengan korban di kantor dan korban menanyakan uang yang di titipkan kepada terdakwa untuk bisnis jual beli mobil hasil lelang tersebut, karena sebenarnya bisnis tersebut tidak pernah ada dan itu hanya akal-akalan terdakwa saja, sedangkan uang tersebut telah terdakwa pergunakan untuk kepentingan pribadi, karena terdakwa bingung untuk menjelaskannya lalu keesokan harinya tanggal 9 Oktober 2019 terdakwa menghubungi saksi korban untuk mendatangi rumah korban di Jalan Sriwijaya Dwikora II Kecamatan Ilir Timur I Kota Palembang dengan menggunakan 1 ( Satu ) unit mobil Kijang Innova warna Hitam No. Pol B 1559 FIS dengan maksud akan menyelesaikan permasalahan-permasalahan uang tersebut.

Sesampai di rumah korban terdakwa di suruh korban masuk beserta mobil ke dalam garasi rumah korban sambil menunggu korban, sekira jam 11.30 WIB terdakwa bersama dengan korban pergi dengan mengendarai 1 ( Satu ) unit mobil Kijang Innova warna Hitam No. Pol. B 1559 FIS menuju Bank Mandiri Syariah di daerah Demang Lebar Daun Palembang.

Pada hari itu terdakwa hanya bisa mengembalikan uang sebesar Rp 15.000.000,- ( Lima Belas Juta Rupiah ) kepada korban di karenakan korban pada hari itu butuh uangnya dan korban terus mendesak terdakwa dan terjadi cekcok mulut terdakwa kebingungan atas desakan korban yang akhirnya terdakwa mengatakan bahwa ” Yo sudah yuk aku Carike dulu”, yang akhirnya korban mengajak keluar dari parkiran Bank Mandiri Syariah dan melanjutkan perjalanan menuju kantor untuk absen berhubung waktu untuk absen masih lama terdakwa dan korban berjalan mengarah ke SMA 10 Palembang dan melintasi jalan Musi Dua belum sampai di atas Jembatan Musi Dua tepatnya di Pangkal Jembatan Musi II berputar dari bawah jembatan Musi II mengarah ke jalan Parameswara dan mengarah ke simpang Polda lurus menuju Jalan Mayor Ruslan Sekip menuju kantor di tengah perjalanan terdakwa terlintas ada niat untuk menemui pamannya yang bernama Ichnaton Novari alias Nopi ( DPO ) yang berprofesi sebagai seorang tukang gali kubur di TPU Kandang Kawat Lemabang Palembang dengan maksud untuk menceritakan bahwa terdakwa di desak oleh korban untuk membayar hutangnya dan terdakwa mengatakan kepada korban bahwa terdakwa mau menemui pamannya di TPU tersebut sementara korban menunggu di dalam mobil.

Namun hanya bertemu dengan anaknya yang bernama Tegar, di karenakan terdakwa mau bertemu dengan pamannya akhirnya Tegar pulang menjemput. Akhirnya setelah ketemu dengan pamannya yang bernama Ichnaton Novari alias Nopi DPO terdakwa menceritakan masalahnya ” Achi aku ni Ado masalah, aku ni di tagih utang terus Samo betino yang Ado di dalam mobil, aku ni sebesak 35 juta, tapi aku Ado 15 juta tapi Dio makso harus 35 juta jadi cakmano chi. Terus Dio dak ngalak turun dan balek kalau belum aku bayar”, kemudian pamannya berkata ” apo Kito bunuh Bae Dio ni”, di jawab terdakwa ” aku dak berani chi yang cak ini ni, aku belum pernah nian” kembali di jawab oleh pamannya ” sudah cak ini Bae kau siapke duit15 juta kau tu untuk Achi, jam 8 malam agek kau kesini lagi samo betino itu”, di jawab terdakwa” Iyo Chi tapi aku nak kekantor dulu untuk absen”, terdakwa kembali ke mobil menemui korban, korban mengatakan bahwa” sudah ketemu om Yudi”, di jawab terdakwa “sudah yuk”.

Kemudian terdakwa dan korban melanjutkan perjalanan di tengah perjalanan terdakwa berhenti di Indomaret untuk membeli 2 botol Aqua dan 1 botol tetes air mata merk visine setelah itu terdakwa dan korban melanjutkan perjalanan ke arah Taman Kenten Palembang Jalan RE Martadinata tepatnya di Kementerian PUPR di wilayah II Palembang sekira jam 17.00 wib korban dan terdakwa absen, pada kesempatan itu terdakwa Yudi memberikan tetes air mata merk visine ke dalam botol Aqua. selesai absen di tengah perjalanan menuju ke rumah korban meminta terdakwa untuk mampir ke kantor Lurah Demang Lebar Daun Palembang untuk menandatangani surat kematian ibunya yang sebelumnya belum di tanda tangani karena petugasnya tidak ada, setelah selesai terdakwa mengarahkan mobil ke rumah korban sesampai di gang rumah korban, korban kembali menanyakan uang nya, di jawab terdakwa ” Insya Allah Ado yuk tapi aku lagi ngomong Samo om, nak minta duit Samo mama yang Ado di rumah sakit”, terdakwa Yudi menawarkan korban untuk minum ” Yuk kalo nak minum itu Ado minum di pintu mobil”.

Terdakwa Yudi menelpon pamannya menanyakan posisi pamannya akhirnya pamannya menyuruh terdakwa dan korban menemui pamannya di rumah di Jalan Sumur Tinggi Lemabang Palembang sementara itu korban menunggu di dalam mobil, terdakwa Yudi bertemu dengan pamannya dan seseorang tidak di kenal terdakwa yang baru di ketahui namanya Ilyas Kurniawan alias Yas Bin Junaidi selanjutnya terdakwa Yudi, pamannya dan Ilyas Kurniawan bersama-sama naik ke dalam mobil. Selanjutnya terdakwa Yudi mengendarai mobil dan posisi pamannya dan Ilyas dibelakang , pada saat keadaan sepi akhirnya terdakwa Yas dan pamannya menjerat leher korban dengan tali plastik, setelah sekira korban sudah tidak bernyawa lagi, di bawalah ke TPU Kandang Kawat Lemabang Palembang berhubung keadaan di TPU ramai jadi mereka melanjutkan perjalanan menuju ke arah veteran Iyas minta turun dan minta uang sebesar Rp 5.000.000,- sebagai upah berhubung ada Rp. 4.000.000,- dan kurang 1 juta rupiah jadi Yas minta di titipkan kepada paman terdakwa, akhirnya terdakwa Yudi bersama pamannya pulang ke rumah akhirnya mengajak Amir ( DPO ) untuk menguburkan mayat korban.

Yudi dan Yas tertunduk lesu di persidangan mendengar dakwaannya sebagaimana telah diatur dan diancam pidana hukuman mati yang ada dalam pasal 338 KUHP jo pasal 55 Ayat ( 1 ) Ke 1 KUHP.(NOVI) EDITOR/POSTING : MALVIN MA 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here