Kemendag Sudah Gelontorkan 340 Juta Ton Minyak Goreng Murah

60

METROPOLISINDONESIA.COM –Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengeklaim telah mendistribusikan minyak goreng murah atau sesuai harga eceran tertinggi (HET) sebanyak 340 juta ton hingga akhir pekan ini. Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan, ini merupakan salah satu upaya pemerintah mengatasi kelangkaan minyak goreng.

“Sejak 14 Februari kita sudah distribusikan lebih dari 300 juta ton. Sampai perkiraan akhir minggu ini 340 juta ton. Jadi sampai ke wilayah pasokan sudah dialirkan,” ujar Oke dalam Polemik Trijaya Qou Vadis Sembako Nasional, Sabtu (5/3).

Meski demikian, Oke tidak menampik bahwa masih terjadi masalah dalam proses distribusi. Oke mengibaratkan distribusi ini bak bendungan yang penuh namun irigasinya tidak lancar.

Hal ini pun membuat seolah minyak goreng sulit ditemukan. Namun Oke menegaskan bahwa kini minyak goreng tidak lagi langka. Pasokan di pasaran sudah melimpah hanya saja harganya masih mahal.

“Jadi itu minyak goreng tersedia. Yang saat ini dialami adalah masyarakat sulit mengakses dengan harga eceran tertinggi (HET),” ujarnya. Oke juga menampik bahwa seretnya pasokan minyak goreng karena pedagang pasar kesulitan dalam mekanisme pembayaran.

“Saat ini masalah pembayaran sudah selesai karena waktu itu bagi mereka yang masih mempunyai minyak goreng harga tinggi diberikan waktu sampai 31 Januari untuk mekanisme pengganti. Dan itu sudah beredar. Tapi sekarang yang terjadi gangguan adalah distribusi,” ujarnya.

Jadi harusnya aman, harusnya banjir. Permasalahannya, sampai ke wilayah-wilayah pasokan, itu sudah dialirkan. Ternyata ‘bendungannya” sudah penuh, “irigasinya” tidak lancar. Ini yang menyebabkan ada dampak kelangkaan.

Implementasi HET, kata dia, sebenarnya sudah berjalan baik terutama di ritel modern. Akan tetapi, kemampuan ritel modern untuk menjual minyak goreng dengan HET hanya sekitar 25 juta ton, sementara kebutuhan pasokan minyak goreng per bulan mencapai 327 juta ton.

“Sehingga masih ada sekitar 300 juta yang harus didistribusikan melalui pasar tradisional. Dari aliran irigasinya ada yang belok ke perumahan, padahal harusnya ke sawah yang nyumpelnya akan kita tindak tegas. Intinya kita lakukan tindakan,” jelasnya.

Sembari menunggu proses distribusi berjalan lancar, pemerintah akhirnya mengambil inisiatif untuk memasok langsung minyak goreng curah ke pasar-pasar tradisional,”pungkasnya.(MI/RL) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here