Koalisi Aktivis Revolusioner Geruduk Kantor Walikota,Sampaikan 5Tuntutan Terhadap Walikota Palembang

150

METROPOLISINDONESIA.COM,PALEMBANG – Massa aksi dari Koalisi Aktivis Revolusioner Sumatera selatan yang Kembali mengadakan aksi damai Kamis (11/8) 2022 menyampaikan ke Pemerintah kota Palembang mengusut tuntas indikasi korupsi dana hibah dan bansos tahun 2015 dan 2017.

Lima tuntunannya yaitu, usut tuntas penggunaan dana Covid-19 yang dimana Miliyaran rupiah tidak jelas kemana, usut tuntas dana hibah 2016-2017, usut tuntas kolepnya SP2J dan terakhir meminta untuk bertangung jawab atas penggunaan anggaran pemkot (pemerintah kota) Palembang LHP, BTT dan DTT Pajak Daerah 2017 sampai 2021.

Namun kekecewaan kembali terulang saat massa aksi meminta Walikota menolak menemui, yang pihak perwakilan Pemkot Palembang melalui Zanariah sebagai staf ahli bidang Sosial, Politik dan Pemerintahan beralasan Harnojoyo sebagai Walikota tugas di luar kota.

“Saat ini Walikota tidak diketahui keberadaannya, tapi yang jelas beliau sedang melakukan dinas diluar kota”, kata Zanariah

Jawaban inilah yang menjadikan massa aksi demo merasa kecewa seolah – olah Walikota Palembang dianggap dengan sengaja menghindari untuk menerima aspirasi masyarakat, yang ingin menyampaikan hasil investigasi dugaan tindak korupsi dana hibah dan bansos kota Palembang tahun 2015 dan 2017.

“Jelas hari ini kami kembali kecewa dengan tindakan Harnojoyo sebagai Walikota Palembang menghindari menemui massa aksi untuk menyampaikan hasil investigasi tentang dugaan korupsi dana hibah dan bansos tahun 2015 dan 2017”, kata Dedi Irawan Koordinator aksi

Dalam kesempatan ini juga Dedi menyampaikan bahwa tidak hanya gagal memimpin kota Palembang, Harnojoyo sebagai Walikota sebagai pemimpin tidak memiliki jiwa ksatria menerima aspirasi dari rakyatnya.

“Harnojoyo sebagai Walikota Palembang bisa dianggap gagal karena selama kepemimpinannya menimbulkan banyak permasalahan, dan sebagai pemimpin tidak memiliki jiwa ksatria karena selalu menolak untuk menerima aspirasi dari rakyatnya melalui aksi demo”, Kata Dedi

Dedi juga menegaskan bahwa Harnojoyo sebagai Walikota Palembang yang telah gagal memimpin kota Palembang untuk segera mundur dari jabatannya.

“Dengan ini kami aksi masa dari Koalisi Aktivis Revolusioner Sumatera selatan meminta dengan tegas dan penuh kesadaran agar Harnojoyo turun dari jabatannya”, tegas Dedi

Sementara ditempat yang sama Hendriyanto koordinator lapangan massa aksi menambahkan bahwa Pemerintah kota Palembang, layaknya taman anak – anak karena selalu bersembunyi jika ada aksi unjuk rasa.

“Pemerintah Kota Palembang ini layaknya taman kanak – kanak yang selalu bersembunyi jika ada aksi yang mendatangi kantor Walikota Palembang”, ujar Hendriyanto

Diakhir wawancaranya Hendriyanto mewakili massa aksi demo mengungkapkan rasa kekecewaan terhadap pemerintah kota Palembang dan meminta Harnojoyo agar turun dari jabatannya sebagai Walikota Palembang.

“Jelas kami kecewa dengan pemerintah Palembang terutama Harnojoyo sebagai Walikota Palembang yang selalu menghindar dan tak mau menerima aspirasi dari masyarakat, dan meminta tegas agar mundur dari jabatannya sebagai Walikota Palembang”,pungkasnya.

Aksi unjuk rasa tersebut disambut oleh Staf Ahli Sosial, Politik dan Pemerintah Zanariah mengatakan, akan di sampaikan apa tuntunan dari para unjuk rasa kepada Walikota Palembang.

“Jika massa ingin tetap ingin menunggu Walikota Palembang silahkan saja, yang jelas saya diutus untuk menerima para aksi damai ini,” kata Zanariah kepada para unjuk rasa di depan Kantor Walikota Palembang.akhirnya. (TM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here