Korban Miras Oplosan Cicalengka Kejadian Luar Biasa

232

Metropolisindonesia.com,Jabar Jumlah korban miras oplosan di Cicalengka mencapai 185 orang, 41 di antaranya meninggal dunia. Pemerintah Kota Bandung, Jabar, menetapkan kejadian luar biasa (KLB) Situasional pada kasus miras oplosan ini.

”Dikatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) situasional, sebab diakibatkan karena perilaku buruk manusia, bukan karena wabah penyakit,” ungkap dr Ahmad Kustidjadi kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung pada Jabar Ekspres, kemarin (10/4).

Menurut catatan Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, data korban tercatat di tiga rumah sakit. Yakni di RS AMC Cileunyi Kabupaten Bandung dari 21 orang yang dirawat 7 meninggal.

Di RSUD Majalaya masuk 26 orang, meninggal 3 orang. Sedang di RSUD Cicalengka masuk 94 orang meninggal 31 orang. Total korban di tiga rumah sakit tersebut sebut Ahmad berjumlah 141 orang dan meninggal 41 orang.

”Korban miras oplosan mulai masuk rumah sakit pada Kamis (5/4) malam. Rata-rata mereka mengalami mual dan muntah-muntah setelah mengonsumsi miras oplosan,” sambungnya.

Untuk memastikan penyebab kematian korban, pihaknya saat ini masih menunggu hasil uji laboratorium. ”Pengujian untuk mengetahui kadar methanolnya juga harus ke Jakarta. Di Bandung belum ada,” ungkapnya.

Dikatakan Ahmad, jika seseorang mengonsumsi methanol, maka selang 30 jam kemudian akan timbul mual. Efek yang lebih parah akan terasa jika tak ditangani lebih dari 30 jam.

”Kondisinya akan memburuk jika lebih dari 30 jam tak ditangani. Kemungkinan prognisanya lebih buruk. Prognisa yakni kemungkinan dari sakit ke mati lebih besar,” ujarnya.

Direktur RSUD Cicalengka, dr Yani Sumpena membenarkan jika korban meninggal diduga akibat keracunan obat (intoksikasi). Yakni, masuknya obat atau zat kimia ke dalam tubuh melalui mulut yang menyebabkan tubuh keracunan.

Salah satunya, kata Yani, dari minum minuman yang mengandung kadar alkohol. ”Racun yang masuk menyebar melalui darah. Dampak kepada peminumnya hilang kesadaran, mata buram, dan kematian,” ungkapnya.

Menilik banyaknya korban miras oplosan hingga 41 orang tewas, hal itu dikatakan Yani lantaran mereka yang datang ke rumah sakit ketika tingkat keracunannya sudah menyebar.

Kendati pihaknya sudah melakukan tindakan penanganan media dengan melakukan observasi, dan tindakan medis lainnya. “Tingkat keracunannya sudah parah,” tandasnya. (Budi R/MI033)

Editor : Malvin Mamora Baraf

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here