Mantan Kepsek SMAN 13 Palembang di Tuntut 2 Tahun Penjara

59

Selewengkan Dana Bos 254 Juta Mantan Kepsek SMAN 13 Palembang di Tuntut 2 Tahun Penjara 

METROPOLISINDONESIA.COM,PALEMBANG – Dra .Zaenab, mantan Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 13 Palembang,dituntut dua tahun penjara, karena terbukti melakukan tindak pidana korupsi dan menyalahgunakan wewenang dalam jabatan, saat sidang yang berlangsung di PN Klas IA Jalan Kapten.A.Rivai Palembang, Selasa (09/11/2021).

Sidang yang dipimpin majelis hakim Tipikor, Sahlan Effendi SH.MH, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palembang, Hendy Tanjung SH mengatakan terdakwa terbukti melanggar Pasal 3 Jo Pasal 18 UU RI nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) Jo pasal 64 ayat 1 KUHP, sebagaimana dakwaan JPU.

“Menuntut agar majelis hakim Tipikor Palembang, menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa dengan pidana penjara selama dua tahun, denda Rp 5 juta subsider enam bulan kurungan, sebagai Pegawai Negeri Sipil”.

Terdakwa juga tidak menjadi teladan bagi warga masyarakat, serta tidak kooperatif karena tidak mengakui perbuatannya dipersidangan,” terang Hendy.

Sementara hal yang meringankan, menurut penuntut umum terdakwa bersikap sopan selama persidangan.
JPU juga mengganjar pidana penjara tambahan kepada terdakwa yakni wajib mengganti kerugian negara Rp 254 juta.

“Apabila tidak sanggup diganti dengan pidana, tambahan selama satu tahun penjara,” jelasnya.

Atas tuntutan tersebut, majelis hakim memberikan waktu dua Minggu ke depan, untuk mempersiapkan pembelaan atas tuntutan (pledoi).

JPU Kejari Palembang Hendy Tanjung menjelaskan, saat ini terdakwa masih berstatus tahanan kota dan didalam tuntutannya, penuntut umum juga meminta agar majelis hakim untuk segera melakukan penahanan terhadap terdakwa.

Saat diminta keterangan oleh rekan media, terdakwa Zainab yang didampingi penasihat hukum memilih untuk diam dan tidak ingin diwawancarai usai sidang.

Dalam dakwaan, terdakwa melakukan dugaan penyelewengan dana BOS SMA Negeri 13 Palembang, dengan cara memanipulasi laporan dana BOS tahun anggaran 2017-2018 senilai Rp 3 miliar.

Hasil temuan audit ,kerugian negara dari total anggaran tersebut senilai Rp 254 juta, digunakan terdakwa untuk keperluan pribadi. Selain itu, patut diduga juga terdakwa mengambil fee sebesar sepuluh persen dari penerbit dalam rangka pembelian buku siswa.(YANTHI M) EDITOR/POSTING : MALVIN MA 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here