MetropolisIndonesia.com,Sporty – Zohri ditawari Jadi ASN dan Banjir Hadiah. Prestasi gemilang Pelari tercepat dunia Lalu Muhammad Zohri di kancah dunia membuat bangsa Indonesia bangga. Ia pun panen hadiah. Banyak pihak yang ingin memberikan hadiah kepada Zohri, salah satunya Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan, Kemendagri akan menghadiahkan Zohri  sebuah rumah di Bangsal Regency, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, NTB.

Menurut Tjahjo, rumah tersebut sebagai tanda terima kasih kepada Zohri yang telah mengharumkan nama bangsa di pentas dunia. Karena Zohri, rakyat Indonesia bisa menepuk dada. Zohri telah membuat seluruh rakyat Indonesia bangga.

“Ungkapan rasa bangga dan apresiasi kepada Saudara Zohri atas prestasi dunianya yang membawa nama harum Indonesia, keluarga besar staf Kemendagri memberikan apresiasi kepada Saudara Zohri sebuah rumah di Bangsal Regency, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara,” kata Tjahjo di Jakarta, Jumat (13/7/2018).

Dia menuturkan, rumah tersebut, tak begitu jauh dari rumah keluarga Zohri yang akan dipugar Presiden Jokowi. Tjahjo berharap, bantuan yang diberikan Kementerian Dalam Negeri bisa memacu Zohri meraih prestasi yang lebih baik lagi.

Menurut Tjahjo, keberhasilan Zohri bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk menoreh prestasi serupa.

“Khususnya memacu para atlet Tanah Air dalam menoreh prestasi. Mengenai hadiah itu sendiri, akan diberikan begitu Zohri tiba di Tanah Air. Begitu tiba di Indonesia langsung diserahkan simbolis di Jakarta atau di NTB,” jelas dia.

Tjahjo menambahkan, Zohri layak jadi inspirasi. Jadi teladan bagi generasi milenial sekarang ini. Sebab di tengah keterbatasan ekonomi, Zohri bisa menoreh prestasi mengagumkan.

Tak hanya itu, Mendagri juga menawarkan pelari tercepat dunia U20 itu menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui jalur khusus, dengan mengikuti pendidikan di Institut Pendidikan Dalam Negeri (IPDN).

Hal ini disampaikan Rektor IPDN Ermaya Suradinata saat berkunjung ke rumah Zohri di Dusun Karang Pansor, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, NTB, Jumat (13/7/2018).

“Pengangkatannya nanti melalui jalur khusus tanpa tes,” kata Ermaya seperti dikutip dari Antara.

Selain menjadi ASN, kata Ermaya, Mendagri juga menjanjikan Zohri bisa mengikuti seleksi praja IPDN juga melalui jalur khusus, namun setelah Zohri lulus dari SMA.

“Kami akan berikan khusus sesuai perintah Mendagri masuk IPDN. Tapi harus selesai dulu SMA,” tegasnya.

Meski nanti diangkat menjadi ASN, pihaknya tetap memberikan keleluasaan bagi Zohri untuk tetap menjalani profesinya sebagai atlet.

Sebelumnya, Zohri mengukir prestasi gemilang pada Kejuaraan Dunia Atletik U-20 di Tampere, Finlandia, Rabu, 13 Juli 2018. Pria 18 tahun yang sudah yatim piatu itu merebut medali emas pada nomor bergengsi sprint 100 meter putra.

Di babak final, Zohri menjadi yang pertama melewati garis akhir dengan catatan waktu 10,18 detik. Dia mengalahkan dua pelari asal Amerika Serikat, Anthony Schwartz (10,22) dan Eric Harrison (10,22), sembari memecahkan rekor nasional usia junior untuk nomor sprint 100 meter. (nus/nal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here