Pelatihan dan Penyuluhan Bahasa Indonesia di Media Massa Se-Kabupaten PALI

108

METROPOLISINDONESIA.COM,PALI -Kaidah tata bahasa serta penerapan bahasa Indonesia dalam bidang jurnalistik, peneliti Muda Balai Bahasa Sumatera Selatan, Linny Oktovianny, M.Pd. dihari kedua kemarin kegiatan penyuluhan Bahasa Indonesia di Media Massa se-Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI),di Gedung Pesos Komperta Pendopo,Kamis(17/10).

“Yang membedakan dalam penulisan adalah ragam jurnalistik wartawan yang terikat 5W1H, karena bahasa yang disampaikan lugas dan aktual,” kata Linny.

Linny menambah keberadaan wartawan adalah penyampai bahasa kepada masyarakat dengan berbagai kosa kata dan kalimat sehingga menjadi suatu kata atau kalimat yang lumrah dan biasa disampaikan kepada masyarakat.

“Munculnya bahasa bahasa baru yang tidak sesuai dengan kaidah wartawan sangat berpengaruh, sehingga muncul bahasa baru yang dinilai biasa namun tidak sesuai,” ucapnya lagi.

Ia juga mengatakan, melalui kegiatan penyuluhan bahasa Indonesia di media massa adalah upaya pemerintah menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu dari berbagai ragam bahasa yang dimiliki, oleh karenanya peran media massa sangat berpengaruh.

“Itulah fungsi wartawan sangat diperlukan, tentunya melalui kegiatan ini menjadikan pengetahuan semua pihak bahwa bahasa Indonesia itu adalah bahasa pemersatu yang patut kita gunakan dalam identitas bangsa,” harapnya.

Dengan adanya ujian kompetensi wartawan menjadikan wartawan kompetitif dan berkembang, terlebih kegiatan pelatihan dan penyuluhan seperti ini membuat pengetahuan berkembang, karena wartawan yang cerdas akan menghasilkan tulisan yang cerdas kepada masyarakat, tentunya peran media, Wartawan yang cerdas menghasilkan tulisan yang cerdas membuat masyarakat yang cerdas juga,” pungkasnya.(Nora) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here