MetropolisIndonesia.com,Palembang Ketika hujan turun di kota Palembang persoalan banjir pasti muncul yang membuat perhatian serius Gubernur Sumsel Herman Deru. Pemprov Sumsel siap membantu Pemkot Palembang mengatasi banjir.

Hal tersebut diungkapkan Herman Deru saat diwawancarai usai Rapat Paripurna 51 dengan agenda Penyampaian Laporan Hasil Pembahasan Badan Anggaran DPRD Provinsi terhadap Raperda APBD Sumsel TA 2019 , Kamis( 29/11/2018).

Herman Deru mengatakan,  pihaknya telah memanggil Pemkot terkait saluran air (bok culver)  yang tertusuk tiang LRT.  Waskita yang bangun LRT,  harus segera mengganti saluran air yang rusak. Karena banyak saluran air yang tertusuk tiang LRT dari simpang Bandara sampai ke kota.  “Untuk didepan Punti Kayu sudah diperbaiki. Untuk penganggarannya 2019 bisa ditindaklanjuti, “ungkapnya.

Untuk kolam retensi,  lanjut Herman Deru,  Menteri PU sudah bersedia membuat dua kolam retensi salah satunya di dekat Punti Kayu.  Selain itu,  untuk kolam retensi diSeduduk Putih,  itu harus dinormalisasi.

“Untuk mengatasi banjir ini,  yang penting penegakan Perda Alih Fungsi,  Pemkot harus menegakkan.  Jangan sampai orang menimbun tidak terkendali lagi.  Sehingga fungsi rawa untuk menampung air itu menjadi terganggu, “ungkapnya.

Usaha lain untuk mengatasi banjir,  lanjut Herman Deru,  adalah pembuatan pompa.  Disetiap titik endapan air itu harusnya ada pompa misalnya di Sungai Bendung.

“Saya sudah komunikasi dengan Walikota. Ada beberapa hal yang terungkap dan tak bisa mereka selesaikan kecuali dengan bantuan Pemprov, termasuk juga pembebasan lahan saluran bendungan dan pompa yang sudah tak mampu menampung air. Kita akan bantu walikota, sebab kebutuhan mereka banyak sementara dana terbatas,” tegasnya.

Tak hanya di Kota Palembang saja, lanjut Herman Deru,   terkait musibah banjir dia juga mengaku segera membuka komunikasi dengan kepala daerah di kabupaten dan kota lainnya di Sumsel. Salah satunya dengan menyiapkan Perda Alih Fungsi Lahan. Hal ini bertujuan agar masyarakat maupun individu dan pengusaha tidak sembarangan mengalihfungsikan lahan rawa yang ujungnya membuat lahan menjadi tidak bersahabat. “Rawa itu harus diatur,

ada yang boleh ditimbun dan tidak dan kita butuh masyarakat. Provinsi akan siapkan Perda, jadi kita atur termasuk Perda di luar Palembang. Karena ini penting dipertahankan sebagai resapan air. Saya pikir ini belum terlambat dan kita harus berbuat. Sambil menunggu Perda lahir kita bisa buatkan Pergub dulu,” Ujarnya.(MI02/Nia) Malvin Mamora Baraf

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here