Pengadilan Negeri Bale Bandung Kembali Memanggil Bupati Bandung Karena Belum Juga Melaksanakan Putusan Pengadilan

249

METROPOLISINDONESIA.COM,KABUPATEN BANDUNG – Pengadilan Negeri Bale Bandung kembali memanggil Bupati Bandung karena belum juga melaksanakan putusan pengadilan, Senin 27 Mei 2019.

Dijadwalkan Ir. Eman Sukirman, perwakilan para pedagang Pasar Ciwidey sebagai pemohon eksekusi dan Bupati Bandung, BPN Kab. Bandung serta PT PCS sebagai termohon eksekusi menghadap Ketua Pengadilan, Senin 17 Juni 2019 mendatang.

Surat panggilan teguran (Relaas) ini yang ketiga kalinya diterima oleh masing-masing pihak.

“Panggilan pertama bupati bersedia memenuhi dan akan melaksanakan semua putusan pengadilan, tapi faktanya tidak ada satu point pun yang dilaksanakan,” kata kuasa hukum pedagang, Dasep Kurnia Gunarudin, SH,MM kepada Metropolis Indonesia Bandung, Rabu 22 Mei 2019.

Sedangkan panggilan yang kedua Bupati Bandung tak memenuhi surat panggilan teguran (Relaas) dari Pengadilan Negeri Bale Bandung, pada Selasa 21 Mei 2019 lalu.

Tidak hadirnya pihak Pemkab Bandung tersebut dinilai tidak memikirkan nasib para pedagang Ciwidey yang harus berjuang untuk menghidupi keluarganya.

“Seharusnya, Bupati Bandung tunduk dan taat pada putusan Pengadilan dan memberi contoh  kepada masyarakat Kab. Bandung, khususnya kepada para pedagang,” tutur Dasep yang kerap dipanggil pak haji tersebut.

Seperti diketahui, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bale Bandung telah memutus gugatan class action pedagang Ciwidey Kab. Bandung terhadap Bupati Bandung, pada Kamis 26 April 2018 lalu.

Dalam putusan yang dibacakan ketua majelis hakim, Suprapti memenangkan warga. Hasilnya majelis hakim memutuskan bahwa tergugat (Bupati Bandung) telah melakukan perbuatan melawan hukum.

Majelis hakim juga mengabulkan sebagian tuntutan gugatan  para pedagang pasar Ciwidey melalui mekanisme gugatan Class Action melawan Bupati Bandung diantaranya:

Menerima dan mengabulkan gugatan para penggugat untuk sebagian.

Menyatakan Tergugat ( Bupati Bandung)  telah melakukan PERBUATAN MELAWAN HUKUM .

Menghukum tergugat  melakukan pengelolaan pasar.

Menghukum tergugat memperbaiki dan membangun semua infra struktur pasar dan terminal.

Menghukum tergugat untuk membangun dan menyediakan fasilitas pasar yang belum tersedia.

Memerintahkan tergugat untuk membuka pemblokiran ke kantor BPN.

Menolak ganti rugi materil dan imateril.

Menyatakan Turut Tergugat  tunduk dan patuh terhadap putusan aquo.

Menghukum tergugat untuk membayar biaya perkara.

“Dengan kemenangan ini, sejarah mencatat bahwa warga Ciwidey sudah berani menjemput keadilan dengan melawan Bupatinya sendiri dan memenangkannya serta putusan pengadilan harus dihormati,”  tukas Dasep.

Laporan : (Budi R/M.Dhani)/Editor/Posting : Malvin MA

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here