Plt. Bupati: PLTU Sumsel-8 Harus Jadi Hilirisasi Pemanfaatan Energi Batubara yang Ramah Lingkungan dan Berbasis Teknologi Terdepan di Indonesia

48

METROPOLISINDONESIA.COM,MUARA ENIM – Pembangunan PLTU Sumsel-8 di Kecamatan Tanjung Agung sebagai salah satu dari proyek infrastruktur strategis nasional dari pemerintah pusat berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 122 tahun 2016, dinilai membutuhkan pemahaman dan penanganan yang komprehensif bagi pemerintah di daerah.

Untuk itu Jumat siang (13/11) Plt. Bupati Muara Enim, H. Juarsah, S.H., Haji Juarsah melaksanakan kunjungan kerja studi perbandingan dan pengukuran (benchmarking) yang diinisiasi oleh PT. Huadian Bukit Asam Power (HBAP) ke proyek serupa yaitu PLTU Celukan Bawang berkapasitas 380 megawatt di Kabupaten Buleleng, Bali. Dalam kegiatan ini, Plt.

Bupati mencatatkan perhatiannya terhadap aspek lingkungan dan sosial sebagai hal mendasar yang harus diutamakan sehingga keberadaannya tak hanya memenuhi pasokan energi nasional, tetapi juga memberi manfaat dan kesejahteraan bagi masyarakat Kabupaten Muara Enim.

Kunjungan Plt. Bupati yang didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Amrullah Jamaluddin, S.E., Ken Arief dan Plt. Asisten Administrasi Umum, Riswandar, S.H., M.H., bersama Direktur SDM dan Umum PT. HBAP, Nicko Albart, diterima langsung oleh Penanggungjawab Operasional (Vice Manager General Affair Department) PT. General Energy Bali, Indriati Tanu Tanto selalu pengelola PLTU Celukan Bawang.

Disampaikan bahwa kedua PLTU mulut tambang dengan energi batubara ini berada dibawah pengembangan konsorsium yang sama yaitu Grup China Huadian, BUMN Tiongkok yang bergerak dibidang ketenagalistrikan sehingga terdapat beberapa kemiripan.

Plt. Bupati menyampaikan bahwa dirinya menginginkan pengelolaan PLTU Sumsel-8 yang berkapasitas 2×600 megawatt di Kecamatan Tanjung Agung dapat mengedepankan aspek ramah lingkungan, seperti limbah pembuangan, baik air, tanah maupun udara, termasuk memperhatikan ambang batas kebisingan maupun getaran mesin.

Dirinya mengharapkan PLTU Sumsel-8 harus menjadi hilirisasi pemanfaatan energi batubara yang bersih dan modern atau berbasis teknologi (clean coal use and technology utilisation) terdepan di Indonesia. Oleh sebab itu Plt. Bupati melalui dinas/instansi terkait akan terus melakukan pengawasan dan pemantauan rutin dalam pelaksanaan pembangunan maupun operasional PLTU Sumsel-8.

Melalui kunjungan ke PLTU Celukan Bawang ini, Plt. Bupati berharap dapat memberikan pembelajaran dan pembandingan bagi Pemkab. Muara Enim demi mendukung iklim investasi yang lebih baik, lebih mengetahui tentang pengendalian lingkungan sekitar dan mempererat sinergi antara pemerintah daerah dengan perusahaan sehingga meningkatkan kualitas pengembangan PLTU Sumsel-8.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan menyampaikan bahwa berbagai hal positif dari PLTU Celukan Bawang dapat diadopsi untuk diterapkan, sedangkan aspek yang belum baik dapat menjadi pembelajaran dan catatan untuk diantisipasi.

Dalam kesempatan ini pula, Plt. Bupati atas nama Pemkab. Muara Enim memberikan piagam penghargaan kepada PT. HBAP atas penyerapan investasi untuk Kabupaten Muara Enim melalui PLTU yang kami nilai ramah lingkungan dan mendukung pembangunan proyek strategis nasional PLTU Sumsel-8.

Plt. Bupati menegaskan bahwa Pemkab. Muara Enim membuka diri terhadap peluang investasi guna meningkatkan akselarasi pembangunan di daerah. Dirinya juga berharap PT. HBAP ikut mendukung program pembangunan di Kabupaten Muara Enim, salah satunya melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (coporate social responsibility/CSR) baik langsung kepada masyarakat maupun melalui Forum CSR Kabupaten Muara Enim, serta mengutamakan tenaga kerja lokal.

Turut hadir dalam kegiatan ini yaitu Plt. Ketua DPRD Kabupaten Muara Enim, Liono Basuki, B.Sc., Liono Basuki dan Kapolres Muara Enim, AKBP Donni Eka Syaputra, S.H., S.I.K., M.M.(MI) EDITOR/POSTING : MALVIN MA 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here