Diduga Terindikasi Proyek Pengadaan Raport Di Diknas OKI Tidak Seluruhnya Terealisasi

406

Metropolisindonesia.com,Kayuagung Program Pemerintah Pusat maupun Provinsi Sumsel untuk mempercepat kinerja Pemerintah yg bersih dari segala indikasi korupsi.sepertinya belum terlaksana penuh di kabupaten Ogan Komering Ilir,Seperti halnya di Dinas Pendidikan OKI salah satunya Proyek pengadaan buku raport di Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan tahun 2017 untuk siswa SD sebanyak sekitar 35 ribu eksemplar dan SMP sekitar 10 ribu eksemplar ternyata tidak seluruhnya direalisasikan. Sehingga dana yang dianggarkan Rp.200 jutaan lebih untuk cetak raport SD dan Rp.80 jutaan untuk cetak raport SMP dikembalikan ke kas Negara.  Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pendidikan OKI, Masherdata Musai, melalui Kabid TK/SD,  Romli,  SPd selalu PPTK proyek tersebut, saat dikonfirmasi terkait hal ini di ruang kerjanya belum lama ini.

Romli menjelaskan,  pengadaan raport tetap dilakukan, hanya saja jumlahnya tidak sampai dengan jumlah kesepakatan awal. Hal ini dikarenakan,  sekolah yang telah melaksanakan kurikulum 2013 tidak diikuti sertakan dalam pengadaan raport itu. “Mereka buat sendiri sendiri di sekolah. Karena format raport sekolah kurikulum lama dan kurikulum 2013 berbeda.” jelas Romli.

Lanjut Romli, dari dana yang ada sebelumnya diperkirakan harga satuan raport sekitar Rp.7000 an. Karena jumlahnya tidak mencapai dari jumlah awal,  maka kelebihan dana dikembalikan ke kas daerah. “Dananya kita kembalikan ke kas daerah.” kata Romli.

Kendati telah menjelaskan hal tersebut,  namun  Romli tidak melibatkan bukti pengembalian sisa dana itu ke kas daerah.

Katua LSM Libra Kabupaten OKI,  Siti Aisyah, menanggapi  hal ini,  jika suatu proyek yang anggaran sudah diketuk Palu oleh anggota DRPD,  maka untuk revisi proyek tersebut harus ada persetujuan Dari juga, dan jika ada kelebihan dana seperti  halnya proyek pengadaan raport,  seharusnya pihak bersangkutan harus bisa menunjukkan bukti pengembalian kelebihan dana tersebut,  yang juga mesti diketahui pihak Kejaksaan. “Seharusnya seperti itu.” kata Siti Aisyah.

Dalam hal ini,  kata Siti Aisyah pihaknya juga akan mempertanyakan persoalan ini kepada pihak instansi terkait.  Sehingga tidak ada kecurigaan terkait pelaksanaan proyek pengadaan  raport tersebut.”Kita siap kalau hal itu harus diselidiki.”ujar Siti. (MI01/Pani games)

Editor : Malvin Mamora Baraf

Sumber : BBC

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here