Satu Warga OKI Terkonfirmasi Positif Virus Corona

73

METROPOLISINDONESIA.COM,OKI – Sering Bepergian Antar Provinsi Salah seorang warga di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terkonfirmasi positif terpapar virus corona (Covid-19). Hal tersebut sebagaimana disampaikan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten OKI, Sumsel, melalui juru bicaranya Iwan Setiawan, SKM, M.Kes, yang juga selaku kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten OKI. Keterangan tersebut dikatakan Iwan, dalam acara konferensi pers di media center Dinkes, OKI, pada Rabu, (1/4/2020).

“Ini kami sampaikan menindaklanjuti surat dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumsel. Hari ini (Rabu-red), kami sampaikan bahwa satu pasien asal Kabupaten OKI terkonfirmasi positif Covid-19,” ungkapnya.

Lebih lanjut Iwan, mengatakan kategori Covid-19 di Kabupaten OKI bertambah satu yaitu PPT atau warga yang melakukan perjalanan dari wilayah terpapar sebanyak 2.117 orang, ODP 32 orang, PDP 4 orang dan terkonfirmasi 1 orang. Dan, untuk pasien PDP dua orang diantaranya telah selesai dengan hasil pemeriksaan negatif Covid-19, jelasnya.

Terkait riwayat perjalanan pasien yang terkonfirmasi ini, Iwan menuturkan sejak awal Maret 2020 lalu hingga 21 Maret 2020, pasien ini melakukan kunjungan atau perjalanan ke sejumlah wilayah seperti Bali, Jakarta, Lampung dan Palembang. Sehingga bisa dipastikan pasien bukan merupakan transmisi lokal dan berasal dari luar Kabupaten OKI.

“Dari data yang kami dapat, tanggal 21 Maret beliau ada keluhan dan di cek kesehatan langsung ke RSMH Palembang. Dan per 31 Maret 2020 (kemarin), berdasarkan surat yang kami terima pasien terkonfirmasi positif Covid-19,” terangnya.

Terkait pasien yang terkonfirmasi positif ini, pihak gugus tugas Covid-19 Kabupaten OKI dan seluruh jajaran Dinkes hingga ke Puskesmas, diminta untuk melakukan pelacakan kontak (contacts tracing) mengenai siapa saja yang telah berkontak dengan pasien ini, tegasnya.

“Untuk data berapa, dan siapa saja yang telah berkontak dengan pasien, kita tidak bisa publikasikan karena saat ini tengah didalami sebagai usaha untuk memutus mata rantai penularan virus ini,” ucap Iwan.

Namun, lanjutnya, ketika status pasien ditetapkan PDP tim kesehatan secara berjenjang melakukan contacts tracing. Bila hasilnya negatif, kontak tersebut tetap diimbau untuk isolasi di rumah. Apalagi ketika terkonfirmasi positif, ini dilacak minimal 7 hari sebelum pasien ada keluhan.

“Yang masuk dalam kontak, maka dengan tegas ia untuk mengisolasi diri secara mandiri. Apabila ada keluhan segera menghubungi petugas kesehatan agar mendapatkan pelayanan sesuai standar dan dilanjutkan dengan rujukan jika diperlukan,” jelas Iwan.(NIA) EDITOR/POSTING : MALVIN M ANSYORI 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here