Metropolisindonesia.com,Soreang – Berawal dari sekelompok orang / pendidik yang Peduli pendidikan bersepakat ingin mewujudkan Sebuah Sekolah Menengah Kejuruan SMKN di desa Cipelah,Kecamatan Rancabali,kab Bandung,jabar, mendapat kendala masalah lahan….
Udara dingin suasana alam pegunungan lingkungan kebun tea sangat lah cocok untuk belajar bercocok tanam,seiring berjalannya waktu animo pelajar cukup tinggi.
Betapa tekejut nya Saat Tim Investigasi Metropolis Indonesia mengunjungi lokasi SMKN 1 Rancabali,yg hanya melihat dua buah bangunan kovel ex SMP Kelas jarak jauh yg kebetulan boleh dimanfaatkan untuk menampung proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).SMKN 1 Rancabali yaitu jurusan pertanian Cipelah sedangkan di alamendah jurusan pariwisata.
Tak seorang pengajar berhasil ditemu awak media saat berkunjung di lokasi sekolah tersebut hanya informasi dari masyarakat sekitar yang dapat kita galih…dalam kesempatan terpisah Metropolis Indonesia terus menelusuri tentang kemelut pendirian Unit Sekolah Baru USB Rancabali,yg sempat muncul di LPSE jabar…namun setelah ditelusuri tenyata sekolah tersebut belum memiliki lahan.
Awan Kades Alam Endah saat di konfirmasi mengatakan memang benar ada sekolah SMKN 1 Rancabali yang mana untuk di Alamendah ini jurusan Pariwisata karena belum ada tempat untuk itu akhirnya kami pihak desa membantu menampung siswa di Samping masjid dekat pasar. Yang berjarak puluhan kilo dari desa Cipelah tempat asal SMKN 1 Rancabali. Yang mana lahan di desa alamendah ini banyak masuk kedalam zona hijau ujarnya.
Sementara itu Cucu Kurniati Nurlia Kepala Sekolah SMKN 1 Rancabali didampingi Taufik Guru ketika di konfirmasi di ruang kerjanya tidak mau memberikan keterangan,kemudian langsung meminta Surat Tugas dan KTA Media Metropolis Indonesia dan di foto sama dia baru kemudian mau memberikan informasi seputaran mengenai bantuan USB untuk SMKN 1 Rancabali kenapa bisa tidak terserap saat di tanya cucu mengatakan bahwa untuk data semuanya sudah lengkap sampai sket lokasi lahan juga sudah kita lampirkan dalam proposal tersebut tapi kenapa ya tidak teralisasi..?,untuk lebih lengkapnya silahkan tanya sama orang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk lebih jelasnya,kami tidak bisa memberikan informasi lebih banyak lagi.dengan nada sedikit kaku.
ketika Tim Investigasi Metropolis Indonesia mau konfirmasi ke Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Ahmad Hadadi belum dapat bertemu.(Arman/Budi)
Editor/Posting : Malvin Mamora Baraf

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here