Universitas Taman Siswa Palembang Gelar Konferensi Pers Terkait Meninggalnya Mahasiswa Pradiksar Menwa Mahawijaya

339

METROPOLISINDONESIA.COM,PALEMBANG – Konferensi Pers dilakukan pihak Universitas Tamansiswa untuk mengklarifikasi tentang kejadian yang menimpa Mahasiswa Taman Siswa.

Konferensi Pers sendiri dilakukan di Aula Fakultas Hukum Universitas Taman Siswa di Jalan Tamansiswa No 126 Senin (4/11/2019) Palembang.

Juru bicara sekaligus sebagai Rektor Universitas Taman Siswa KI Drs Joko Siswanto M.Si menerangkan bahwa terkait tentang berita yang beredar menyebutkan bahwa panitia penyelenggara Diksar atau tersangka itu dari Mahasiswa Taman Siswa itu sendiri, Pelaksana atau Panitia Diksar (Menwa) bukan dari mahasiswa Universitas Tamansiswa.

Menurut Drs. Joko Siswanto Msi Terkait berita dari media cetak ataupun on line, seakan-akan tersangka yang melakukan pelanggaran-pelanggaran terhadap siswa Pradiksar Menwa Mahawijaya itu adalah mahasiswa universitas Tamansiswa Palembang, Nah dalam kesempatan ini di hadapan teman-teman wartawan saya nyatakan bahwa tersangka yang melakukan pelanggaran-pelanggaran tersebut bukanlah dari mahasiswa universitas Tamansiswa Palembang, kalau yang jadi korban betul dari mahasiswa universitas Tamansiswa Palembang namun untuk pelakunya yang dinyatakan sekarang oleh polisi ada 3 tersangka itu bukanlah mahasiswa universitas Tamansiswa Palembang. Jadi mohon teman- teman supaya jelas jangan sampai jangan sampai, seakan-akan universitas Tamansiswa Palembang adalah tempatnya kekerasan padahal universitas ini bukanlah tempat tersebut,pahamnya adalah kekeluargaan dan kebangsaan tidak ada kekerasan untuk kegiatan ini baru pertama kali karena biasanya kita melaksanakan sendiri Pradiksar Menwa Mahawijaya itu dikarenakan pesertanya sedikit,ya digabungkan dengan yang lain.

Kalau pengawasan kami tetap sebelum mereka berangkat kami memberikan kontrol sebelum mereka berangkat itu kami kumpulkan kebetulan wakil rektor 1 Ki Drs Syahri M.Si melepas secara resmi untuk keberangkatan itu beserta komandan nya dan juga diberikan pesan-pesan bahwa ikuti sesuai dengan aturan kemudian persyaratan-persyaratannya dan itu sangat standar sekali kami berikan hanya saja di dalam praktek di lapangan itukan ada yang namanya Resimen Mahasiswa Mahawijaya itu yang mempunyai kewajiban moral dan teknis kepengawasan di dalam pelaksanaan biasanya juga melibatkan alumni Menwa juga tapi kenapa ini terjadi apa musibah ini yang perlu di selidiki oleh polisi.
Tadi sudah disampaikan oleh Ki Dr. Azwar Agus SH; MHum, sebenarnya sebagai institusi pendidikan kami menjadi korban dan kami sudah berusaha untuk mendukung membantu, membela anak kami yang menjadi korban, kepada keluarga secara hukum untuk kita bela sampai proses penyelidikan hukum itu selesai sampai sidang sampai di tetapkan siapa yang bersalah dan kami akan mengawal dan ini bukan main-main karena meyangkut nyawa anak didik kami dan ini juga menjadi PR Kementerian pendidikan tinggi supaya ada evaluasi di dalam peran posisi, fungsi menwa di era saat ini seperti apa jangan sampai menwa aktif yang sebenarnya bagus karena kesalahan satu dua oknum ternyata digeneralisir bahwa menwa itu sumber kekerasan hanya itu yang perlu di luruskan
Mangkanya kami menginginkan supaya polisi bekerja cepat untuk menegakkan hukum dan akhirnya akan ketahuan siapa sebetulnya yang bersalah

Aswar Agus sebagai Dekan Fakultas Hukum menambahkan bahwa untuk sementara ini yang menjadi korban adalah Mahasiswa Fakultas Hukum. ”Jadi Fakultas Hukum Taman Siswa berserta Lembaga Bantuan Hukumnya akan terus mengawal kasus ini hingga proses pengadilan nanti. Diharapkan perkara ini akan terang-benderang serta kita menghormati Proses Hukumnya dan juga kita hormati hak-hak dari korban, orang tuanya serta keluarganya agar bisa ditemukan siapa yang paling berhak bertanggung jawab dari kasus ini. Dan kita dari Fakultas Hukum atas Nama Institusi Tamansiswa Palembang mendukung apa yang dilakukan oleh pihak Kepolisian untuk membuat terang kasus ini hingga ke proses hukum,” tandas Aswar.

Salah satu dari mahasiswa universitas Tamansiswa Palembang bilang bahwa universitas Tamansiswa Palembang ikut Pradiksar Menwa Mahawijaya bergabung dengan universitas MUHAMMADIYAH Palembang yang selama ini tidak pernah disebut-sebut,rektor universitas Tamansiswa Palembang memang orang baik walaupun institusi pendidikan tinggi mereka tercemar gara-gara kasus meninggalnya salah satu dari 4 siswa Pradiksar Menwa Mahawijaya satuan universitas Tamansiswa Palembang beliau ( rektor ) tidak mau menjatuhkan pihak lain tapi kami sebagai mahasiswa tidak mau itu terjadi karena Kami ingin universitas Muhammadiyah Palembang harus tahu bahwa bagaimana rasanya menjadi topik hangat.

Sepanjang sesuai dengan SOP dan ada pengawasan ada evaluasi maka Universitas Tamansiswa akan tetap mendukung kegiatan Pradiksar Menwa.(Novi) Editor/Posting : MALVIN MA 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here