Wabup OKU di Periksa Selama 12 Jam,Akhirnya Ditahan

43

METROPOLISINDONESIA.COM,SUMSEL – Wakil Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Johan Anuar dijebloskan ke sel tahanan Mapolda Sumatera Selatan (Sumsel), Selasa (14/1/2020) malam. Penahanan dilakukan setelah pemeriksaan selama 12 jam atas indikasi kasus korupsi. Johan Anuar sendiri ditetapkan sebagai tersangka kasus mark-up tanah kuburan di Baturaja tahun 2012 lalu. Hasil audit indikasi negara dirugikan sekitar Rp 3,49 miliar.

Wabup OKU itu diperiksa mulai pukul 09.00 WIB dan baru keluar ruangan pukul 22.10 WIB. Kemudian langsung dibawa ke ruang tahanan Polda Sumsel.”Kami langsung tahan JA,” ujar Direktur Reserse Krimsus Polda Sumsel Kombes Pol Anton Setyawan.

Kuasa Hukum Wabup OKU, Titis mengatakan, selama diperiksa Johan A kesehatannya menurun telah drop dan menerima surat dari dokter RS ​​Bhayangkara Polda Sumsel.

Dia mengungkapkan, akan mengupayakan perlindungan terhadap klien-nya dalam menjalani proses hukum ke Propam Bareskrim Polri. Hal ini lantaran diduga ada tekanan politik untuk mengganjal pencalonan klien-nya menjelang Pilkada 2020.

Titis Rachamawati Kuasa Hukum dari JA lebih jauh mengatakan, JA sendiri dicerca dengan 43 pertanyaan yang tidak berbeda jauh dengan pertanyaan-pertanyaan sebelumnya.

“semua tidak berbeda jauh dengan pertanyaan sebelumnya kasus ini dinaikkan lagi.Tadi kline kami sempat drop dan sempat diperiksa dokter. Tensinya sekitar 180/100, kami sudah minta tidak ditahan dan tetap ditahan oleh penyidik,” Jelas Titis.

Sebelumnya, Senin (13/1/20) gugatan pra peradilan yang diajukan di PN Baturaja, hakim memutus dengan menolak gugatan seluruhnya. Setelah Praperadilan ditolak, JA mendatangi tim penyidik untuk dilakukan pemeriksaan dan langsung ditahan.(MI33) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here