MetropolisIndonesia.com, SOREANG – Sebanyak 12 Parpol peserta pemilu 2019 belum serahkan susunan tim kampanye, dan pelaksana kampanye serta desain alat peraga kampanye (APK).

Padahal masa kampanye pemilu 2019 telah dimulai sejak 23 September lalu. Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bandung, Hedi Ardia, mengatakan, sejauh ini baru ada tiga partai peserta pemilu di Kabupaten Bandung yang telah menyerahkan susunan tim kampanye dan pelaksana kampanye.

“Padahal sesuai aturan partai peserta pemilu harus menyerahkan susunan tim kampanye dan pelaksanaan kampanye kepada penyelenggara pemilu (KPU) satu hari sebelum proses kampanye dimulai,” katanya di Soreang, Rabu (10/10/2018).

Dari 15 partai peserta pemilu, kata Hedi, tiga partai yang menyerahkan susunan tim kampanye dan pelaksana kampanye, yaitu PPP, PKS, dan Partai Garuda. Sementara 12 parpol lainnya, belum menyerahkan sama sekali.

Sebelumnya, jauh-jauh hari Bawaslu Kabupaten Bandung, kata Hedi, telah mengingatkan kepada peserta pemilu untuk segera menyerahkan susunan tim kampanye dan pelaksana kampanye. Pihaknya sudah berkirim surat kepada peserta pemilu.

Susunan tim dan pelaksana kampanye merupakan hal penting untuk diperhatikan oleh peserta pemilu sebagai penegakan aturan main pemilu.

Menurutnya, untuk penindakan pelanggaran pidana subjek yang bisa ditangani itu terbatas.

“Contohnya dalam politik uang, subjek yang bisa dijerat hanya tim kampanye dan pelaksana kampanye. Kalau susunannya belum diserahkan dan terjadi pelanggaran, siapa yang akan bertanggung jawab,” ujarnya.

Hedi meminta kepada seluruh peserta pemilu untuk segera menyerahkan susunan tim dan pelaksana kampanye, jika tidak maka peserta pemilu terancam pembubaran ketika melakukan kegiatan kampanye.

Bawaslu Kabupaten juga meminta kepada KPU setempat untuk memberi ketegasan terhadap peserta pemilu supaya mengikuti aturan main kampanye.

“Kalau susunan tim dan pelaksana kampanye belum juga diserahkan oleh partai peserta pemilu, bisa menjadi bumerang bagi penyelenggara pemilu,” katanya.

Tim kampanye dibentuk oleh pasangan calon bersama parpol atau gabungan parpol yang mengusung paslon, sementara penyelenggara kampanye adalah petugas penghubung peserta dengan KPU yang memfasilitasi penyelenggaraan kampanye.

(Budi Rahayu/NT/TJ) Editor : MMB

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here