METROPOLISINDONESIA.COM,PALEMBANG — Kepala Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Sumsel Babel), M Yusuf Salahuddin mengungkapkan, saat ini pihaknya mengalami kesulitan dalam menyerap beras dari para petani lantaran harga yang diberikan melebihi harga pembelian pemerintah (HPP).

Dikatakan Yusuf, HPP yang ditetapkan sebesar Rp7.300 per kilogram dengan harga fleksibilitas hanya Rp8.030 per kg. “Sedangkan harga jual di tingkat petani sekarang rata-rata di atas Rp8.300 per kg untuk beras asalan atau beras yang belum berkualitas medium maupun premium,” ucapnya, Selasa (5/3).

Akibat tingginya harga tersebut, sambung Yusuf, penyerapan yang dilakukan Bulog masih minim meski saat ini sudah masuk masa panen.

“Hingga saat ini, Bulog baru menyerap 180 ton beras dari petani Sumsel dan Babel, padahal Bulog ditargetkan harus menyerap 70.000 ton beras,” ungkapnya.

Menurutnya, penyerapan sangat penting dilakukan mengingat stok akan terus berkurang karena penyaluran ke beberapa program, salah satunya untuk kepentingan Bantuan Sosial (Bansos) dan Rencana Strategis (Restra).

“Diawal tahun 2019 ini, kita sudah menyakurkan 4.000 ton beras untuk Bansos dan Restra. Dan ini akan terus berkelanjutan,” jelasnya.

Dibeberkan Yusuf, saat ini stok beras di gudang Bulog Sumsel sebanyak 27.500 ton beras. Stok tersebut merupakan persediaan sejak tahun lalu hingga kini. Namun stok yang ada tersebut bukan berasal dari pengadaan atau penyerapan beras lokal, namun sebagian berasal dari daerah diluar Sumsel.

“Sebagian stok ini merupakan kiriman dari Jawa Timur. Sebagian lagi pengadaan dari petani lokal di tahun 2018 lalu,” terangnya.

Yusuf juga menjelaskan, Perum Bulog memiliki alokasi untuk pembelian beras sebesar Rp10 triliun pada tahun ini. Namun pihaknya harus melakukan penyerapan dengan harga sesuai aturan.

“Bulog pusat sudah mengintruksikan agar kita melakukan penyerapan beras. Namun memang kendala saat ini harga jual dari petani cukup tinggi. Mau tidak mau kita pakai harga komersial,” pungkasnya.(Nia) Editor/Posting : Malvin MA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here