SEBAGIAN DANA DIPAKAI UNTUK SEWA ALAT BERAT “

Metropolisindonesia.com,Jabar – Upaya peningkatan akses dan mutu layanan pendidikan melalui upaya pemenuhan standar sarana dan prasarana pendidikan merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional di bidang pendidikan,sehinggah perlu mendorong pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten melakukan tindakan nyata dalam rangka melaksanakan urusan pemerintahan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar yang wajib di selenggarakan oleh daerah.

Seperti halnya dengan SMAN 1 saguling yang saat ini lagi tahap pelaksanaan pekerjaan paket kegiatan Ruang Kelas Baru (RKB) yang bersumber dari Dana ALokasi Khusus (DAK) APBN tahun anggaran 2018.
SMAN1 saguling yg berdiri beberapa tahun yg lalu,yang mana pernah mendapatkan bantuan Unit Sekolah Baru dari Pemerintah dan kini mendapatkan lagi bantuan Paket Kegiatan Ruang Kelas Baru senilai Rp 525.997.800,- yang bersumber dana dari APBN Tahun Anggaran 2018 sebanyak 3 lokal kelas baru dan 3 lokal laboratorium dengan masa pelaksanaan 90 hari.

Pada saat Tim Metropolis Indonesia berkunjung dan mau konfirmasi ke pihak SMAN 1 Saguling terungkap ucapan dari Pihak sekolah (guru) mengatakan bahwa dana tersebut sebagian dipakai untuk sewa alat berat untuk meratakan halaman sekolah.
sehinggah dalam hal ini patut diduga hal tersebut menyalahi aturan Juknis DAK Fisik Bidang Pendidikan Perpres No.5 Tahun 2018 dan Permendikbud No.8 Tahun 2018,belum lagi masalah pelaksananaan pengerjaan ruang kelas baru ini diduga banyak terjadi penyimpangan aturan
Diantaranya,kedalaman Pondasi,lebar pondasi. Material Batu,pasir dan besi yang di gunakan relatif kurang memadai belum lagi pasir yang dipakai untuk sloop sebagai pengikat pondasi dinding yang mana pasirnya diduga tidak menggunakan pasir yg berkualitas bagus,sementara Asep Yayat Ruhiat selaku Kepsek saat di hubungi via telpon dengan nomor 08122417XXX saat dikonfirmasi mengatakan bahwa semuanya sesuai kondisi yg ada dan sekarang saya sedang mengikuti BINTEK di karawang mengakhiri pembicaraannya.
Adapun menurut NANANG selaku Ketua Komite saat ditemui di rumahnya mengatakan tentang seputar kegiatan pembangunan kegiatan RKB Tersebut,dirinya tidak terlalu banyak berperan dalam pelaksanakan teknis kegiatan bangunan tersebut.
karna menurutnya hal itu sudah diserahkan pada Hadi salah seorang guru sebagai Sarana dan Prasarana di SMAN 1 Saguling.

Artinya program Pemerintah Pusat maupun Provinsi Jawa Barat Untuk Mempercepat Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Terkesan tidak Berjalan Semestinya Pasalnya diduga adanya penyimpangan RAB serta menyalahi Juklak/Juknis Dana Alokasi Khusus tersebut dan kuat dugaan terindikasi korupsi.(Arman/Budi)
Editor/Posting : Malvin Mamora Baraf

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here