MetropolisIndonesia.com,Indralaya

Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Ogan Ilir, mewisuda peserta Kelas Demokrasi angkatan I tahun 2018,yang terdiri dari 90 orang pemilih pemula dari siswa SMA dan 30 orang dari tingkat umum diantaranya dari masyarakat,kalangan mahasiswa.

Pelepasan alumnus sekolah demokrasi bertempat di Gedung serbaguna Komplek Perkantoran Terpadu Tanjung Senai Kabupaten Ogan Ilir, Kamis, (15/11/18).
Acara pelepasan dihadiri Bupati Kabupaten Ogan Ilir H.M Ilyas Panji Alam SH.MH, Gubernur Sumatera Selatan yang diwakiil oleh Asisten III Prof.Dr H.M.Edwar Yuliantara,ketua KPU Sumatera Selatan Ibu Kely Karyana yang didampingi komisioner asal kabupaten Ogan Ilir Amrah muslimin, Dan ketua KPU Kabupaten Ogan Ilir, Anharir M. Si beserta Unsur Muspida.

Dalam sambutannya Ketua KPU OIl, Anahir,menjelaskan bahwa dilaksanakannya Sekolah Demokrasi tersebut sesuai dengan kesepakatan pada rapat pleno untuk menjadikan Kelas Demokrasi sebagai salah satu agenda kegiatan KPU Kabupaten Ogan Ilir. Kelas Demokrasi tahun 2018, dilaksanakan dalam 12 kali pertemuan dengan 4 lokal kelas Demokrasi, yang terdiri dari Ormas, OKP dan kelas Demokrasi Caram Seguguk,” ungkapnya Anharir berharap kegiatan ini terus berlanjut, karena animo masyarakat terhadap demokrasi sangat tinggi.

Siswa yang sudah diwisuda, nanti dapat membantu penyelengara pemilu dalam melaksanakan tugas demokrasi, seperti sosialisai pendidikan pemula yang berkelanjutan,serta menjadi target partisipasi. pemilih dihaharapkan akan mencapai lebih dari yang ditargetkan di tingkat nasional, kemudian menjadi sejarah Demokrasi yg mahami tata cara kepemilian dalam melaksanakan peran serta masyarakat,” tuturnya.

Anharir juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemda OI yang telah memfasilitasi kegiatan kelas Demokrasi sehingga terselenggara dengan sukses, “Kelas Demokrasi ini, baru satu- satunya dilaksanakan di Ogan Ilir,” ujarnya
Bupati Ogan Ilir HM Ilyas Panji Alam dalam sambutannya mengatakan, mengingat Sekolah Demokrasi ini kabupaten Ogan Ilir satu – satunya KPU di Sumatera Selatan bahkan seIndonesia yang pertamakali menyelenggarakannya, itu artinya KPU Ogan Ilir selangkah lebih maju dari KPU lainnya yang ada di Indonesia, tandasnya.

Bupati meminta alumnus kelas Demokrasi agar menjadi agen dalam menyampaikan peraturan dan UU Pemilu kepada masyarakat.bahkan bupati berpesan agar pemilik hak suara menggunakan hak pilihnya dengan baik, “Sayang kalau hak suaranya tidak digunakan,” ucap Bupati.

Sementara itu Gubernur Sumsel yang diwakili asisten III Bidang Pemerintahan, Edwar Yuliantra, memberikan selamat kepada para peserta kelas Demokrasi yang telah diwisuda.
“KPU Kab.OI akan menjadi pionir, penyelenggara kelas demokrasi, karena ini yang yang pertama dilaksanakan di Indonesia,” ucapnya.

Sebagai orang yang akan bersentuhan langsung dengan masyarakat, alumnus kelas demokrasi diminta untuk menularkan ilmu yang didapatnya kepada masyarakat luas.
Demikian halnya kepada KPU OI,diharapkan bisa pula menularkan program sekolah demokrasi ini kepada KPU yang lainnya di Propinsi Sumatera Selatan.

Sedangkan menurut ketua KPU Provinsi Sumatera Selatan Kely karyana, menjelaskan, sekolah demokrasi yg diadakan dikabupaten ogan ilir terdiri dari 12 kali pertemuan berbeda dg yg dilaksanakan KPU Kabupaten lain yang menyelenggarakan hanya satu kali pertemuan.

Sehingga harapan kedapan KPU Ogan Ilir supaya bisa mensosialisikan yang telah dipelajari dalam 12 kali pertemuan tersebut kepada masyarakat, hinga menjadi agen dalam kegiatan demokrasi.(Yasandi)
Editor/Posting : Malvin Mamora Baraf

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here